Menjajal usaha Murai Batu terbilang gampang susah, karena ketika salah menggunakan teknik untuk menjodohkannya bisa membunuh betina Murai Batu. Tapi ketika berhasil, Anda juga akan mendapatkan untung jutaan rupiah. Jadi tentunya cara menjodohkan Murai Batu memerlukan teknik yang sesuai.

Penjodohan burung Murai Batu berbeda dengan burung perkutut, lovebird dan kenari, tipe Murai Batu merupakan burung petarung atau fighter. Jadi ketika salah menggunakan teknik bukannya untung, betina akan mati terbunuh jantan Murai Batu. 5 teknik cara menjodohkan Murai Batu pemula berikut dapat Anda ikuti.

1. Cara menjodohkan dengan teknik Kandang Sekat

Teknik Kandang Sekat cukup efektif dan tidak terlalu memakan tempat. Karena menggunakan teknik ini, Anda hanya membutuhkan satu kandang saja yang mana dilengkapi dengan sekat. Anda hanya membatasi jantan dan betinanya dengan menggunakan sekat dalam satu sangkar.

Walau termasuk teknik yang cukup efektif, cara ini juga memiliki kelemahan. Jadi ketika Murai Batu jantan terlalu birahi dan ingin kawin, jantan akan menabrakkan dirinya ke sekat untuk melakukan kawin. Namun saat tersebut, betina akan merasa ketakutan dan proses kawin terhambat.

2. Cara menjodohkan dengan teknik Kandang Penangkaran Jantan

Cara selanjutnya dengan menggunakan teknik Kandang Penangkaran. Untuk teknik ini sendiri terdapat dua cara berbeda, yang pertama adalah menempatkan betina dalam sangkar dan jantan pada kandang penangkaran.

Cara pertama ini diperuntukkan untuk jantan yang tidak terlalu birahi dan mulai untuk berkicau. Anda bisa mengamati keduanya hingga malam hari, ketika pada pagi hari jantan tidur tidak jauh dari betina sudah dipastikan berhasil untuk kawin.

3. Cara menjodohkan dengan teknik Kandang Penangkaran Betina

Teknik selanjutnya kebalikan dari teknik sebelumnya, untuk teknik ini jantan yang akan diletakkan pada sangkar dan betina pada kandang penangkaran. Teknik Kandang Penangkaran ini terbilang sangat cocok untuk proses kawin burung Murai Batu, karena dapat mengurangi resiko bertarung kedua burung.

Proses dalam teknik kandang penangkaran yang kedua ini bermaksud membuat betina dapat terbang bebas di berbagai wilayah. Sedangkan jantan akan mengamati betina dan mulai untuk birahi. Tanda dari keduanya birahi sendiri cukup mudah, dengan mengamati jantan mulai berkicau dan betina mengepakkan sayapnya.

Setelah menyaksikan keduanya birahi, Anda tidak perlu tergesa-gesa menggabungkan keduanya. Anda bisa menunggu beberapa saat, agar keduanya mencapai puncak birahinya.

4. Cara menjodohkan dengan teknik Karamba

Teknik penjodohan dengan teknik sistem Karamba sangat unik. Penyediaan tempat mandi dalam sangkar Karamba sendiri bermaksud agar kedua burung dapat mandi bersama. Namun sebelumnya Anda tidak boleh menyatukan jantan dan betina.

Hal ini dikarenakan cara menjodohkan Murai Batu jantan galak bisa membahayakan betina saat proses kawin. Jadi Anda harus menempelkan terlebih dahulu kedua sangkar selama 12 jam, baru setelah itu menyatukannya dalam satu sangkar.

5. Cara menjodohkan dengan teknik Tempel Sangkar

Cara yang terakhir termasuk cara yang sederhana dan biasanya digunakan untuk peternak pemula. Walau demikian, banyak sekali yang berbuah hasil kegagalan. Hal ini karena kurang sabarnya peternak untuk mengawinkan burung Murai Batu.

Karena terburu-buru dalam menggabungkan kedua burung, dapat mengakibatkan betina terbunuh karena berujung pertengkaran. Cara menjodohkan Murai Batu jantan yang galak harus menunggu waktu yang tepat untuk disatukan dengan betina.

Dalam perawatan hingga memulai untuk usaha budidaya burung Murai Batu harus dilakukan dengan sabar. Tanpa adanya perawatan yang tepat akan berujung kematian salah satu burung. 5 cara menjodohkan Murai Batu diatas semoga bermanfaat bagi Anda.