Cara membuat septic tank resapan tak boleh dengan sembarangan. Anda wajib memperhatikan beberapa hal standar agar tidak menimbulkan akibat yang tidak diinginkan. Meskipun terdengar seperti hal sepele, septic tank merupakan tempat pembuangan limbah yang keberadaannya sangat penting.

Pentingnya Cara Membuat Septic Tank Resapan

Septic tank atau mungkin anda sering menyebutnya sepiteng, merupakan sebuah tempat pembuangan kotoran atau limbah biologis yang umumnya ada dalam sebuah area hunian.

Walau keberadaannya terdengar seperti biasa-biasa saja, namun anda wajib mengetahui hal-hal standar untuk cara membuat septic tank anti penuh.

Banyak aspek yang sangat krusial, apalagi jika anda memiliki niat untuk menghadirkan sumur resapan dalam kebutuhan penampungan air saat musim hujan atau banjir. Bahkan, membuat septic tank tanpa resapan justru akan menambah masalah semakin besar.

Jika penempatannya keliru, yang ada anda dan keluarga akan memperoleh kontak yang buruk dari bakteri yang menjangkit sumber air bersih rumah anda.

Bukan hanya itu saja, bakteri tersebut akan mencemari lingkungan yang nantinya bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, ada baiknya anda memperhatikan beberapa cara membuat septic tank resapan dengan benar dan juga aman.

Langkah Pembuatan Septic Tank Resapan

Berikut adalah cara-cara yang wajib anda ikuti untuk memperoleh sumur resapan yang berkualitas tinggi, baik untuk kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

  1. Galilah tanah dengan memperhatikan kedalamannya, yakni 1,5 meter dengan lebar 2 meter untuk ukuran yang standar.
  2. Lalu, buatlah sekat pada bagian tengah galian untuk area dua kolom septic tank yang berdempetan. Cara membuat septic tank 2 ruang berguna untuk menjadi pemisah antara limbah cair dan yang padat.
  3. Selanjutnya, anda bisa membuat struktur yang menghubungkan antar sekat dengan pipa paralon, biasanya dengan ukuran 4 inci.
  4. Anda sangat disarankan, pembuatan paralon yang berasal dari WC dengan cara menurun sampai sejajar dengan pembuangan. Seperti, ukuran ketinggian pipa tersebut 80 cm, maka tinggi sekatnya bisa 75 cmdan tinggi paralon pembuangan 70 cm.
  5. Pakailah material untuk bagian dindingnya seperti bata merah yang bisa dilapisi dengan plester semen. Alasnya pun harusnya dibuat agar mampu menopang untuk tidak mudah roboh maupun bocor.
  6. Lalu, cara terakhir adalah dengan menutup septic tank resapan tersebut dengan papan, lempengan besi/beton atau penutup lainnya.

Baca Juga: 15 Ide DIY Hiasan Dinding Kamar Tidur dan Ruang Tamu Yang Dapat Anda Coba

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembuatan Septic Tank

Berikut ini ada beberapa hal yang wajib dihindari dari cara membuat septic tank resapan untuk meminimalisir risiko yang terjadi di kemudian hari.

1. Jarak Septic Tank dengan Sumur Terlalu Dekat

Terdapat aspek yang sangat penting untuk pembuatan sumur resapan ini. Tentu saja bertujuan untuk menjaga higienitas sumber sanitasi yang anda pakai di rumah.

Jarak secara horizontal tentang sumur gali menuju sumber pengotoran atau septic tank adalah minimal 11 meter.

2. Ukuran Septic Tank yang Kecil

Ada baiknya, jika membuat ukuran wadah penampungan adalah disesuaikan dengan volume daya tampungnya. Apabila ukuran septic tank terlalu kecil, maka anda akan lebih sering menggunakan jasa sedot WC karena biasanya akan sering terjadi WC mampet.

Hal itu terjadi karena kapasitas penampungannya sudah tidak mencukupi. Ukuran standar panjang adalah 2:1 hingga 3:1. Bahkan, anda juga wajib menyesuaikan dengan jumlah penghuni rumah anda.

3. Struktur yang Kurang Kokoh

Aspek selanjutnya yang biasanya terjadi adalah kurang kokohnya struktur pembuatan septic tank. Bahkan, anda tidak boleh menganggap sepele pembuatan resapan ini. Apalagi, jika anda adalah orang yang tinggal di wilayah dengan kondisi tanah rapuh serta curah hujan tinggi.

Untuk terhindar kerusakan lebih cepat, dan membuat septic tank panjang usia, maka pakailah material dalam cara membuat septic tank resapan yang berkualitas dan kokoh. Seperti dinding dari batu bata dan pelat beton sebagai penutupnya.