Kamu mau tahu cara menanam jahe agar hasil melimpah? Caranya mudah. Jika kamu punya niat untuk berusaha, hasil yang ditimbulkan pasti memuaskan. Jahe adalah bumbu rempah khas Indonesia yang khasiatnya ampuh untuk menghangatkan tubuh. Sehingga digandrungi oleh masyarakat.

Inilah Cara Menanam Jahe Agar Hasil Melimpah yang Wajib Kamu Ketahui

Sebelumnya kamu harus tahu kalau jahe hanya tumbuh di daerah yang curah hujannya 2500-4000mm per tahun dengan suhu 20-35 C.

Jahe juga hanya bisa tumbuh di ketinggian 0-2000 mdpl saja, namun di Indonesia jahe bisa ditanam di ketinggian 200-600 mdpl.

Media tanamnya juga harus diperhatikan di mana jahe hanya bisa tumbuh di tanah gambut, mengandung humus yang banyak, dan dan bertekstur lempung berpasir. Kalian bisa memulai menanam dengan cara berikut

1. Pembibitan

Cara membuat bibit jahe sendiri memang tak mudah. Sebaiknya kamu gunakan yang tersedia, namun pastikan tepat memilihnya. Ada 3 hal yang harus kalian perhatikan saat memilih bibit jahe.

Pertama, ambillah jahe dari area pertanian, jangan membeli di pasar. Kedua, pilihlah bibit yang berusia 9-10 bulan. Terakhir, pilihlah jahe yang kondisinya sehat tanpa luka pada kulit rimpang.

2. Penyemaian Jahe

Setelah kalian selesai memilih bibit, cara menanam jahe agar hasil melimpah dengan melakukan penyemaian untuk menyiapkan penanaman. Teknik yang bisa kalian gunakan dalam tahap ini, adalah teknik peti kayu. Untuk teknik ini, kamu harus menjemur rimpang sementara selama 1 bulan.

Setelah rimpang dikeringkan, potonglah jahe. Cara memotong bibit jahe bisa dilakukan dengan membuatnya menjadi 3-5 tunas. Setelah selesai dipotong, masukan ke dalam karung lalu rendam dengan larutan fungisida selama 1 menit.

Setelah kering, masukkan potongan jahe itu ke peti kayu. Letakkan bakal kayu selapis pada dasar peti lalu cetakan sekam padi atau abu gosok di atasnya.

Lakukan hingga sekam padi atau abu gosok berada di sisi atas. Setelah 2-4 minggu, jahe bisa langsung ditanami.

Baca juga:Wisata Kuliner : Makanan Khas Yang Wajib Dicoba Ketika Mengunjungi Solo !

3. Mengelola Media Tanam

Mengelola media tanam adalah salah satu cara yang tepat untuk menanam jahe. Pilih tanah dengan keasaman yang tepat, campurkan dengan kapur untuk mengatur keamanannya.

Lakukan pembajakan sedalam 30 cm untuk mendapatkan tanah gembur, bila belum mendapat tanah gembur, lakukan lagi 2-3 minggu setelah pembajakan pertama.

Jika sirkulasi air di area itu buruk, buatlah bedengan setinggi 20-30 cm dengan lebar 80-100 cm. Hal ini juga dapat membantu aliran air sehingga air tidak akan mengenang.

4. Penanaman Jahe

Cara menanam jahe agar hasil melimpah selanjutnya setelah lahan selesai disiapkan. Lakukan cara menanam jahe di lahan terbuka seperti umumnya. Periode yang cocok untuk menanam jahe adalah pada musim hujan, antara bulan September-Oktober agar jahe yang ditanam memiliki kadar air yang cukup. Kemudian lakukan penyiraman.

5. Penyulaman dan Penyiangan Jahe

Setelah penanaman selama 2-3 minggu, lakukan penyulaman pada tumbuhan jahe yang tumbuh abnormal atau mati. Lakukan juga penyiangan terhadap gulma di sekitar tanaman.

Melakukan penyiangan kembali saat jahe berusia 3-6 minggu. Jika sudah berusia 6-7 minggu, tidak perlu melakukan penyiangan lagi karena ukuran jahe sudah benar.

6. Pemupukan Jahe

Gunakan pupuk organik yang sesuai jenis jahe. Misalnya pupuk untuk jahe merah. Lakukan pemupukan sebelum area ditanami. Lalu lakukan kembali saat tanaman berusia 2-3 bulan, 2-6 bulan, hingga 8-10 bulan.

7. Pemberian Pestisida

Penyemprotan ini bisa dilakukan sejak penyemaian bibit jahe. Jika itu digunakan untuk bumbu dapur, jahe cukup dipanen saat berusia 4 bulan. Sedangkan untuk dijual di pasar, pemanenan bisa hingga 12 bulan.

Itulah tahap-tahap dan cara menanam jahe agar hasil melimpah yang bisa kamu lakukan.