Beton besi yang banyak digunakan sebagai penulangan sebuah konstruksi, juga bisa disebut beton bertulang. Cara menentukan diameter besi tulangan cukup mudah.

Untuk mengukur diameter tulang besi, kamu bisa menggunakan jangka sorong. Dengan menggunakan jangka sorong, kita bisa mengukur diameter tulang yang bulat maupun polos.

Besi tulang polos umumnya harus memenuhi ketentuan yang telah berlaku. Catatan, penyimpangan kebundaran ialah perbedaan antar diameter maksimal dan minimal dari hasil pengukuran penampang sama dari baja tulang beton. Ini merupakan pengertian dari penyimpangan kebundaran. Kedua baja tulang beton sirip diameter dalam.

Sedangkan besi tulang ulir/sirip harus memenuhi ketentuan. Sudut sirip/ulir melintang sumbu batang tulang terhadap sumbu memanjang besi tulang tidak boleh kurang dari 45%.

Jika sudut sirip/ulir antara 45 derajat sampai 70 derajat, maka arah sirip/ulir harus dibuat berlawanan pada kedua sisi. Jika sudut sirip/ulir diatas 70 derajat, maka tidak perlu dibuat berlawanan. Untuk catatan, ukuran yang sering dipakai yaitu D8, D10, D16, D19, D22, D25, dan D32.

Pengukuran diameter nominal dilakukan dengan mengukur rata-rata diameter bagian kecil dan terbesar. Di pasaran besi beton tidak hanya dijual dalam bentuk bulat. Kembali ke topik inti, bagaimana cara menentukan diameter besi tulangan?

Inilah Cara Menentukan Diameter Besi Tulangan Dengan Mudah

Dalam perhitungan luas panjang besi polos tanpa penampang bulat (lonjong) dan batang ulir, harus diambil 1/4 π dp2. ‘dp’= diameter pengenal.

‘Dp’ adalah diameter batang berpenampang bulat yang sisinya sama panjang dengan batang. Apabila berat batang per ’m’ =’g’ di dalam  ‘kg’, dengan begitu diameter pengenal dalam ‘mm’ bisa dihitung dengan rumus dp = 12,8 √g.

Berarti cara menghitung diameter besi tulangan seperti ini. Kamu bisa potong 1m besi lonjong/ ulir. Setelah itu, ditimbang.

Misal, berat besi potongan itu 1,5kg. Hitunglah dengan kalkulator ‘akar’ dari 1,5 yakni= 1.22374, maka diameter dari pengena tulangnya sama dengan 12,8 x 1,22475 = 15,67673 mm. Diameter potongan tulang itu 15,67mm.

Begitulah cara menentukan diameter besi tulangan, mudah bukan? Kamu juga bisa menanyakan cara menghitung tulangan balok dan cara menghitung luas tulangan. Semoga bisa dijadikan acuan untuk menyelesaikan masalah dalam menentukan diameter tulangan di lapangan industri.

Baca Juga:Inilah Pentingnya Cara Membuat Septic Tank Resapan untuk Rumah Anda

Fungsi Besi Beton

Beton digunakan sejak tahun 1950 sebagai elemen pertama untuk membangun suatu bangunan. Karena suatu alasan pengetahuan manusia tentang beton terbatas.

Pada awal abad ke-20 di Amerika mulai bermunculan gedung tinggi yang menggunakan baja profil sebagai struktur utamanya. Setelah itu, tahun 1950-an konstruksi beton sudah mulai ikut berperan dalam pembangun konstruksi gedung tinggi.

Di Indonesia, besi beton banyak digunakan untuk membangun gedung tinggi. Karena materi dari besi ini mudah ditemukan sehingga menjadi lebih ekonomis.

Besi bertulang atau beton merupakan bahan konstruksi yang berperan sangat penting karena bisa digunakan dalam berbagai bentuk. Struktur beton juga bervariasi sehingga mudah diaplikasikan pada struktur kecil maupun besar.

Bagi bangunan gedung bertingkat tinggi, besi bertulang, atau beton biasanya digunakan untuk struktur kolom, balok, dinding, plat, sloof, dan besi poer.

Besi ini juga memiliki banyak kelebihan seperti mempunyai kuat tekanan dibandingkan bahan bangunan lain. Memiliki ketahanan tinggi terhadap api dan air. Memiliki kekuatan yang sangat kuat dan kokoh. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk perawatan dan juga mempunyai jangkauan usia cukup panjang.

Itulah pengertian, cara menentukan diameter besi tulangan, dan kegunaannya. Kalian juga bisa bertanya tentang cara menghitung kekuatan besi tulang. Besi tulang sangat berperan penting bagi terbentuknya suatu tatanan bangunan. Besi bertulang atau beton ini sangat membantu bagi pekerja bangunan tentunya.