Anda mendapatkan Murai Batu hasil tangkapan di hutan? Maka Anda harus tahu cara merawat murai tangkapan yang benar. Berikut tips merawat Murai Batu Muda Hutan.

Anda memiliki murai dari hasil tangkapan? Perlu Anda perhatikan jika Anda berniat memelihara murai tangkapan, maka perawatannya berbeda dengan murai yang Anda beli di penjual. Kesalahan dalam merawat murai muda hutan bisa menyebabkan burung stres. Berikut ini tips merawat Murai Batu Muda Hutan.

1. Pilih Kurungan yang Tepat

Langkah pertama guna membantu murai muda agar cepat beradaptasi dan mencegahnya merasa stres adalah Anda bisa memiliki kurungan yang tidak terlalu besar. Selama masa adaptasi Anda bisa memakaikan kerodong pada sangkar murai selama sekitar seminggu untuk menjaganya tetap tenang.

Jika burung murai terlihat aktif dan sudah beradaptasi, maka Anda bisa mulai melepas kerodong.

2. Jangan Dimandikan Dulu

Begitu Anda membawa murai muda ke rumah, maka jangan langsung dimandikan. Burung Murai Muda Hutan cenderung agresif dan tidak terbiasa dengan manusia, jadi Anda harus membuat murai beradaptasi dengan membiarkan burung mandi sendiri.

Cara memandikan murai pada tahap adaptasi, yaitu dengan memasukkan wadah atau cepuk yang sedikit besar ke dalam sangkar dan biarkan burung mandi sendiri. Jika dalam keadaan sehat, burung murai akan mandi dengan sendirinya.

3. Berikan Pakan Ekstra

Ketika pertama kali dibawa ke rumah Anda, murai biasanya kurang suka voer. Untuk menjaganya tetap nyaman Anda perlu memberinya pakan kesukaan berupa pakan ekstra seperti kroto, ulat hongong dan sebagainya. Berikan pakan jenis ini selama beberapa hari, hingga murai Anda mau memakan voer.

Berikan air bersih sebagai minum murai muda ini. Anda juga bisa sesekali memberi sedikit vitamin di air minum murai.

4. Peletakan Sangkar

Salah satu cara merawat Murai Batu Muda Hutan agar tidak mati, yaitu Anda perlu mengantangkan sangkar di lokasi yang tinggi, sepi, sejuk dan jauh dari keramaian. Pastikan untuk memakai kerodong terlebih dahulu selama sekitar satu minggu. Anda bisa membuka kerodong ketika memberi makan dan menaruh cepuk air.

5. Waktu Penjemuran

Pada tahap penjinakan Anda perlu membatasi waktu penjemuran murai, yaitu ketika pagi hari selama beberapa menit. Caranya yaitu ketika murai sudah mandi buka kerodong sangkar dan anginkan selama sekitar setengah jam. Ketika burung sudah sehat maka Anda bisa menambah waktu penjemuran murai.

6. Pemasteran

Terapi Murai Batu Muda Hutan agar cepat bunyi dan menghasilkan kicauan khasnya maka Anda bisa melakukan pemasteran.

Cara merawat murai muda hutan agar cepat jinak dan gacor ini dilakukan untuk memancing murai untuk berkeriwik dengan beberapa cara menyandingkan master burung lain yang memiliki kicauan yang merdu seperti parkit, prenjak, lovebird dan sebagainya.

Dengan mendengar kicauan burung lain akan merangsang murai untuk berkeriwik. Jika Anda kerepotan menyiapkan master burung maka Anda juga bisa menggunakan audio kicauan burung master dan memutarnya di dekat sangkar murai muda hutan tersebut.

Tanda Murai Muda Stres dan Cara Mengatasinya

Beberapa ciri murai mengalami stres yang perlu Anda waspadai, yaitu lesu, bulu terlihat menggembung dan tidak nafsu makan. Penyebab murai medan stres saat proses adaptasi, yaitu perubahan lingkungan/ habitat, keramaian dan sirkulasi udara yang kurang tepat.

Beberapa cara menenangkan murai, yaitu meletakkan sangkar di tempat yang sepi dan sejuk. Selain itu, Anda juga bisa memberikan obat atau vitamin yang bisa Anda beli di apotik terdekat.

Itulah beberapa tips dan cara merawat Murai Batu Muda Hutan sehingga bisa beradaptasi dengan tempat Anda dan mencegahnya stres karena perubahan lingkungan. Perlu kesabaran dan waktu yang cukup banyak untuk menjinakkan burung ini dan membuat kicauannya menjadi gacor.

Baca juga: