Ikan Cupang adalah ikan air tawar yang banyak disukai dan dijadikan menjadi ikan hias di akuarium. Bentuknya yang mungil dan warnanya yang unik membuat ikan ini banyak disukai oleh pecinta ikan. Anda tertarik untuk memelihara Cupang? Anda bisa simak cara ternak ikan Cupang untuk pemula berikut ini.

Pilih jenis Ikan

Pilih jenis Ikan Cupang

Pilih jenis Ikan Cupang

Sebelum Anda memulai budidaya Anda perlu memilih jenis Cupang apa yang ingin Anda pelihara. Ada banyak sekali jenis ikan Cupang yang bisa Anda budidaya seperti Cupang Plakat, Crowntail, Setengah Bulan, Cupang Giant, Cupang Double Tail, Cupang Koi, dan masih banyak lagi.

Setelah menentukan jenis Cupang yang ingin Anda pelihara maka selanjutnya Anda perlu membedakan mana yang jantan dan mana yang betina. Untuk ciri-ciri betina yaitu mempunyai bentuk badan yang agak bulat, perut sedikit buncit, warnanya kurang mencolok dan siripnya pendek.

Sedangkan ciri-ciri si jantan yaitu mempunyai warna yang lebih cerah dan menarik, siripnya panjang dan bergerak secara agresif. Anda bisa membeli indukan Cupang dewasa yaitu minimal berusia 4 bulan.

Siapkan Wadah dan Alat Pemeliharaan

Tahap selanjutnya yaitu menyiapkan tempat serta peralatan untuk ikan. Sebenarnya ikan ini dapat bertahan hidup di lingkungan yang sedikit oksigen namun agar bisa menuai ikan Cupang yang berkualitas Anda bisa meletakkan Cupang di akuarium dan disertai dengan filter.

Tidak hanya filter, Anda juga bisa menambahkan akuarium dengan kerikil kecil, tanaman air atau lumut air, serta pemanas. Ikan Cupang bisa hidup dengan baik dengan suhu air berkisar antara 24 sampai 27 derajat celcius jadi pastikan suhu air tidak terlalu dingin dan terlalu panas.

Ikan Cupang sendiri cenderung hidup secara soliter sehingga jangan taruh dua atau lebih ikan dalam satu tempat. Anda juga bisa menggunakan pembatas untuk memisahkan jantan dengan si betina.

Pemberian Pakan

Pemberian Pakan

Pemberian Pakan

Agar ikan dapat hidup dengan baik Anda perlu memberikan pakan yang disukai Cupang seperti cacing sutra, kutu air dan jentik jentik. Jangan memberi pakan dengan berlebihan karena justru dapat mengakibatkan air menjadi cepat keruh. Beri secukupnya yaitu paling tidak tiga kali sehari.

Pemijahan

Apabila ikan Cupang yang baru Anda beli sudah beradaptasi sekitar dua minggu atau satu bulan maka selanjutnya Anda bisa mengawinkan Cupang Anda. Untuk cara mengawinkan ikan Cupang yaitu seperti berikut ini:

  • Siapkan wadah, bisa memakai akuarium untuk tempat perkawinan. Kemudian beri air, jangan terlalu tinggi untuk memudahkan ikan makan dan bernafas. Anda juga bisa memasukkan lumut atau tanaman air ke  dalam wadah.
  • Selanjutnya Anda bisa letakkan di jantan ke dalam tempat perkawinan. Dekatkan wadah si jantan tadi dengan wadah si betina untuk memancing si jantan memproduksi gelembung. Gelembung ini nantinya digunakan untuk tempat telur.
  • apabila si jantan telah menghasilkan gelembung maka Anda bisa memasukkan si betina ke dalam tempat atau wadah pemijahan tadi. Anda bisa meletakkan si betina di pagi atau bisa juga di sore hari lalu tutup wadah dan tunggu hingga 24 jam. 
  • Biasanya telur akan muncul setelah 24 jam.
  • Jika telur sudah muncul di gelembung maka Anda bisa mengangkat si betina dari tempat pemijahan karena si betina dapat memakan telurnya. Untuk si jantan biarkan bersama telur, karena si jantanlah yang akan merawat telur telur tadi.

Pisahkan anakan

  • Cara menetaskan ikan Cupang yaitu cukup dibiarkan berkisar tiga hari karena biasanya telur bisa menetas dalam waktu 3 hari.
  • Setelah telur menetas biarkan anakan tersebut selama tiga hari dan jangan beri makan terlebih dahulu karena mereka masih memiliki cadangan makanan. Setelah tiga hari baru Anda bisa memberikan mereka pakan seperti kutu air.
  • Setelah dua minggu baru Anda bisa memindahkan di jantan dan letakkan burayak ikan Cupang ke dalam tempat yang lebih luas.
  • Setelah ikan mulai dewasa Anda pisahkan si jantan dengan betina.

Perawatan Cupang

Perawatan Cupang

Perawatan Cupang

Merawat ikan tawar yang satu ini tergolong cukup mudah jika Anda memelihara kualitas airnya dengan baik. Meski bisa bertahan di lingkungan buruk namun alangkah lebih baik jika menggunakan akuarium yang disertai aerasi dan filter. Jangan beri pakan berlebihan untuk mencegah air menjadi keruh.

Anda bisa mengganti air di wadah kurang lebih dua kali seminggu atau ketika kotoran sudah menumpuk. Kondisi air yang kotor bisa menyebabkan Cupang cepat mati.

Untuk kembali melakukan perkawinan bisa tunggu sampai 3 minggu lagi namun betina hanya bisa dikawinkan satu kali sedang si jantan bisa hingga 8 kali.

Ternak Cupang bisa dibilang menguntungkan karena banyak orang yang menyukai ikan tersebut. Jadi Anda bisa melakukan cara ternak ikan Cupang di atas untuk menghasilkan ikan Cupang yang berkualitas. Anda bisa menjual ikan ini secara online untuk menambah jumlah pembeli.

Baca juga: