Ikan Guppy merupakan salah satu ikan tawar yang banyak dijadikan hiasan karena mempunyai warna yang bervariasi. Tidak hanya warna dan bentuknya yang indah, budidaya ikan ini juga menguntungkan sehingga tak heran banyak orang yang tertarik dengan ikan ini. 

Lalu, bagaimana tips serta cara ternak ikan Guppy? Berikut ulasannya.

Memilih Jantan dan Betina

Memilih Jantan dan Betina

Memilih Jantan dan Betina

Sebelum memelihara ikan Guppy anda mengetahui terlebih dahulu cara membedakan ikan Guppy jantan dan betina.

Ciri-ciri dari Guppy berjenis kelamin betina yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan biasanya panjang tubuhnya bisa tumbuh hingga 7 cm, memiliki ukuran kepala kecil, warnanya cenderung kontras dan mempunyai perut bulat dan besar.

Sedangkan untuk ciri-ciri dari si jantan yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, kepala besar dan mempunyai warna cenderung kontras. Untuk ternak Guppy massal bisa dengan menyiapkan ikan Guppy berkualitas. Pilih ikan yang sudah berusia berkisar  4 sampai 6 bulan serta yang bergerak gesit.

Menyiapkan Wadah

Setelah tahap pemilihan ikan langkah berikutnya yaitu anda bisa menentukan wadah yang akan digunakan untuk menaruh ikan. Ada beberapa wadah yang perlu anda siapkan di antaranya yaitu ember, aquarium, filter, aerator, kerikil dan tanaman air. 

Wadah-wadah tersebut nantinya akan digunakan untuk tempat ikan dan pemijahan.

Selanjutnya siapkan akuarium yang cukup luas untuk ikan bergerak, jangan terlalu sempit karena akan membuat ikan merasa tidak nyaman. Lalu anda bisa memberikan air bersih dan meletakkan kerikil di dasar kolam.

Untuk suhu optimal untuk ikan Guppy sendiri yaitu berkisar antara 24 sampai 30 derajat celcius dan pH air antara 6,8 sampai 7,6. Pisahkan antara Guppy jantan dengan betina.

Pemberian Pakan

Untuk pemberian pakan bisa anda lakukan sehari dua kali dan jangan memberikan pakan secara berlebihan. Beberapa contoh pakan yang bisa anda berikan yaitu daphnia, cacing darah, larva nyamuk, dan sejenisnya. 

Anda perlu memberi pakan yang bergizi serta teratur supaya ikan Guppy berkembang serta tumbuh dengan baik.

Pemijahan

Pemijahan Ikan Guppy

Pemijahan Ikan Guppy

Selanjutnya yaitu proses perkawinan atau pemijahan. Untuk cara mengawinkan ikan Guppy jantan dengan betina yaitu:

  • Pertama anda perlu menyiapkan ember, ukuran bisa disesuaikan dengan jumlah ikan  kemudian isi dengan air bersih atau air sumur.
  • Selanjutnya saat di pagi hari anda bisa memasukkan ikan betina ke dalam ember.
  • Ketika sore hari anda bisa memasukkan ikan jantan ke dalam ember tadi. Dengan jumlah ikan jantan lebih banyak dari betina.
  • Biasanya proses perkawinan ini memerlukan waktu berkisar antara 5 sampai 6 hari. Jika telah 5 sampai 7 hari atau saat anda sudah melihat ikan betina bunting, anda bisa memindahkan betina ke akuarium terpisah.
  • Agar ikan tetap hidup anda perlu mengganti air akuarium paling tidak 3 kali seminggu.
  • Untuk menetas biasanya telur membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Setelah benih lahir anda bisa kembalikan ikan betina ke akuarium normal.

Pendederan

Jika proses pemijahan sudah selesai maka anda bisa beralih ke tahap berikutnya yaitu proses pendederan. Di sini anda memerlukan tempat yang terbuka atau bak semen untuk meletakkan benih ikan Guppy. Kemudian beri air dan aerasi.

Agar anakan bisa berkembang dengan baik sebaiknya tempatkan wadah di tempat terbuka dan bisa menerima sedikit sinar matahari. Tambahkan tanaman seperti eceng gondok ke dalam kolam.

Anakan membutuhkan lebih banyak pakan jadi anda bisa memberikan pakan empat atau lima kali sehari. Anda bisa memberi pakan pelet atau infusoria. Ketika anakan sudah berusia 20 hari, anda bisa berikan pakan seperti daphnia dan sejenisnya.

Untuk dapat membedakan jenis kelamin tunggu hingga anakan berusia lebih 20 hari. Biasanya ikan Guppy yang biasa menjadi hiasan ialah Guppy yang jantan. Setelah ikan berukuran sekitar 2,5 cm anda bisa membiarkan anakan tersebut hidup dengan ikan dewasa.

Pemeliharaan Ikan Guppy

Pemeliharaan Ikan Guppy

Pemeliharaan Ikan Guppy

Meskipun tergolong mudah dirawat tetapi ikan Guppy akan mudah mati jika tidak dirawat dengan benar. Untuk itu, agar ikan Guppy tidak mudah mati pastikan untuk selalu menjaga kualitas air dengan mengganti air sekitar 3 kali seminggu.

Sesuai dengan artikel yang diulas di atas, anda memerlukan wadah yang cukup luas karena jika wadah terlalu sempit akan membuat ikan merasa stres. 

Indukan bisa melahirkan hingga ratusan benih sehingga anda harus menyiapkan lebih banyak wadah atau wadah yang besar untuk menampung benih ikan tersebut.

Cara ternak ikan Guppy di atas bisa anda praktekkan untuk budidaya ikan Guppy di rumah. Budidaya ikan hias ini bisa dibilang menguntungkan karena harga ikan ini sendiri berkisar antara ribuan sampai puluhan ribu per ekornya. Tidak hanya itu, ikan hias ini juga sudah menjadi komoditi ekspor yang menguntungkan.

Baca juga: