Beternak lovebird merupakan salah satu ladang bisnis yang cukup menguntungkan, terlebih bisnis ini bisa dijalankan bersamaan dengan hobi. Cara ternak lovebird yang mudah dan murah menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang memulai bisnis ini.

Burung lovebird yang menyandang nama ilmiah Agapornis mampu hidup hingga 15 tahun. Ditambah lagi dengan jenisnya yang beragam mampu membuat pebisnis mudah menyesuaikan dengan selera pasar. Anda tertarik untuk beternak burung cinta ini?

Persiapan Ternak Lovebird

Persiapan Ternak Lovebird

Persiapan Ternak Lovebird

Beternak tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan. Perlu juga ketelatenan terlebih persiapan yang baik guna memaksimalkan pertumbuhan lovebird. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulai ternak lovebird:

1. Siapkan Indukan Jantan dan Betina Unggul

Pertama siapkan bibit jantan dan betina unggul lalu cobalah untuk perlahan dipertemukan dalam sangkar masing-masing. Bila terlihat ketertarikan, maka mulailah untuk membuka pintu sangkar dan biarkan burung jantan masuk ke sangkar betina.

Anda juga bisa langsung mencoba menyangkarkan keduanya di dalam satu sangkar yang sama. Bila burung tertarik, maka keduanya bisa terlihat melekat. Perlu diketahui, jangan segan untuk membeli bibit unggul agar keturunan yang dihasilkan pun ikut unggul.

2. Siapkan Kandang Ternak Lovebird dengan Ukuran 1×1,5 m per Pasangnya

Kedua, jangan lupa untuk menyiapkan kandang dengan luas yang cukup. Biasanya dalam cara ternak lovebird dipaparkan luas kandang bisa berkisar antara 1×1,5 m atau 1×1,25 m. Luas kandang bergantung pada jenis dan ukuran lovebird yang diternakkan.

Kandang dengan luas tersebut hanya bisa diisi oleh sepasang lovebird. Bila diisi lebih dari itu, maka bisa jadi burung gagal diternakkan. Pencampuran burung juga bisa menggagalkan usaha agar burung cepat bertelur.

3. Beternak di Ruang dengan Sirkulasi Udara Baik

Untuk Anda yang berencana beternak di dalam ruang, maka siapkanlah ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan sampai burung yang diternakkan mati percuma karena udara yang kotor tanpa sirkulasi yang baik.

Selain mempercepat kematian burung, udara kotor juga bisa menyebabkan berbagai masalah terkait kesehatan burung. Karenanya buatlah ruang khusus dengan sirkulasi juga pencahayaan yang baik. Tidak masalah juga bagi Anda untuk beternak di luar ruang.

4. Pasang Sarang Burung dalam Kandang

Karena tujuan beternak memperbanyak keturunan, maka memasang sarang burung dalam sangkar adalah sebuah keharusan. Sarang bisa dibuat membulat dengan diameter sekitar 15 hingga 20 cm saja. Sarang terbuat dari jerami maupun serat sintetis dengan tekstur serupa.

Pemasangan sarang bisa dilakukan sejak awal bibit burung dipasangkan dalam sangkar atau kandang yang sama. Sarang bisa diletakan di bagian pojokkan agar nantinya suhu eraman meningkat secara alami.

5. Perhatikan Pakan dan Kebersihan Ternak

Pakan juga menjadi salah satu faktor pendorong lancarnya sebuah sistem ternak. Termasuk dalam cara memelihara burung lovebird yang mengharuskan pemberian pakan bergizi dan teratur. Penambahan suplemen di dalamnya bisa mendorong menghasilkan ternak yang unggul.

Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan baik kebersihan hewan ternak maupun kebersihan kandang ternak. Terjaganya kebersihan bisa meminimalisir kemungkinan datangnya berbagai jenis penyakit yang sering menghinggapi burung lovebird.

Masalah Lovebird dan Cara Mengatasinya

Masalah Lovebird dan Cara Mengatasinya

Masalah Lovebird dan Cara Mengatasinya

Dalam hal menjodohkan lovebird tidak menutup kemungkinan untuk hadirnya berbagai masalah terkait kesehatan burung. Tentu saja hal ini tidak bisa disepelekan apalagi dibiarkan mengingat penularan bisa saat terjadi. Karenanya, ada baiknya mengenali beberapa penyakit dengan cara membereskannya.

1. Mabung

Keadaan lovebird dengan bulu yang rontok biasa disebut mabung. Masalah ini bisa terjadi bahkan saat burung tidak diternakkan. Perlu diketahui bahwa kondisi kerontokan ini umum dialami setidaknya setahun sekali.

Jangan panik, Anda bisa melakukan penangkaran sementara pada burung yang sedang mabung. Pisahkan dan tangkarkan burung selama paling lama 3 bulan dalam ruang yang sejuk. Tambah asupan yang berguna untuk pertumbuhan bulu seperti telur rebus.

2. Sulit Bertelur

Ada kalanya lovebird sulit bertelur. Hal ini bisa dikarenakan oleh kesehatan burung atau memang fertilisasi yang tidak sempurna. Namun, ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sulit bertelur pada burung lovebird.

Pertama, siapkan kandang satu set dengan sarang berserat kayu. Setelahnya berikan makanan dengan asam amino cukup tinggi. Berikan juga pakan tambahan seperti jagung atau apel. Jaga juga suhu kandang agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

3. Sulit Bercuit atau Ngekek

Ternak lovebird bisa jadi tidak hanya ditujukan untuk menjual kembali bibitnya tapi juga mencetak bibit dengan suara ngekek panjang. Burung dengan suara ngekek panjang dapat dijual dengan harga yang tinggi. Namun, masalahnya bagaimana bila burung sulit ngekek?

Anda bisa melakukan terapi sederhana pada burung yang sekiranya sulit ngekek. Pertama pisahkan burung pada sangkar yang baru. Mandikan burung 2x dalam sehari, lalu pancing dengan 2 hingga 3 suara kekekan panjang berdurasi 90 menit.

4. Ngeruji

Masalah ngeruji juga bisa datang pada jenis burung lovebird. Cara merawat lovebird yang ngeruji atau over birahi bisa dilakukan sendiri dengan mudah. Perawatan bisa langsung dilakukan pada burung yang terlihat lebih suka diam di pinggiran sangkar dengan minim aktivitas.

Pemulihan selama 2 minggu bisa dilakukan secara efektif. Untuk sementara hentikan pemberian pakan ekstra dan berikan milet putih. Jangan lupa untuk rutin memandikan burung agar kebersihannya terjaga, dan jauhkan dulu sangkar dari kerumunan biasanya.

5. Infeksi Parasit Giardia

Masalah selanjutnya yakni infeksi parasite bernama Giardia. Infeksi oleh parasit ini dapat mengganggu sistem pencernaan burung lovebird. Karena mengganggu sistem pencernaan, maka penularan lewat ekskresi dan udara bisa rentan terjadi antar burung.

Bila masalah ini terdeteksi segera pisahkan burung dari pasangannya. Ganti kandang dengan kandang yang bersih begitu pula tempat makan dan minum yang baru. Berilah obat parasite secara teratur dan imbangi gizi untuk burung.

6. Penyakit Coryza

Masalah berupa sebelah mata yang bengkak atau kemerahan bisa saja menghampiri ternak lovebird Anda. Penyakit coryza yang disebabkan oleh bakteri ini ternyata bisa bersumber dari sarang kotor dan tidak terawat baik.

Penanganan bisa dilakukan dengan cara membersihkan kandang dan memandikan burung dengan rutin. Selanjutnya jemur burung di bawah sinar matahari langsung antara pukul 8 hingga pukul 11. Bila dibutuhkan gunakan juga obat anti bakteri khusus untuk penyakit ini.

7. Memanjangnya Kuku Secara Tidak Normal

Cara ternak lovebird juga harus memperhatikan bagian kuku, pertumbuhan kuku yang tidak normal juga termasuk masalah yang sering ditemui dalam hal ternak lovebird. Masalah ini ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcus yang disebabkan oleh kandang yang lembab dan kotor.

Parahnya bakteri ini juga bisa menyebabkan pelebaran sisik pada kaki lovebird. Penanganan pertama bisa dilakukan dengan mengaplikasikan obat merah pada bagian yang terinfeksi. Selanjutnya seringlah menjemur burung di suhu matahari hangat.

Cara ternak lovebird memang mudah dilakukan layaknya ternak burung lainnya. Untuk hasil ternak yang optimal kenali juga berbagai masalah kesehatan dan cara penanganan pertamanya. Jangan lupa juga untuk memasok asupan bergizi agar burung berkembang pesat.

Baca juga: