Seperti yang kita tahu, puyuh merupakan jenis unggas yang tidak bisa terbang. Meski begitu, daging dan telurnya terkenal lezat hingga banyak diburu. Tak heran jika kini banyak orang yang mencari cara ternak puyuh petelur untuk pemula.

Di Tanah Air sendiri burung puyuh memang digemari, meskipun ukuran tubuhnya relatif kecil dengan kaki yang pendek. Di sini Anda bisa menjual puyuh telur dan dagingnya. 

Selain itu, burung puyuh yang sudah afkir bisa dijual kepada peternak burung puyuh. Ini karena kotorannya bisa dijadikan pupuk dan makanan ikan. 

Lalu pertanyaanya, bagaimana cara menjadi peternak burung puyuh untuk pemula? Yuk simak ulasannya!

Tips Pintar Menjadi Peternak Puyuh Petelur Untuk Pemula

1. Pilih Lokasi yang Terbebas dari Hama Penyakit

Pilih Lokasi yang Terbebas dari Hama Penyakit

Langkah pertama, pilihlah lokasi budidaya yang jauh dari hama penyakit. Misalnya seperti flu burung, lalu terhindar dari biawak, hama tikus, garangan, dan sebagainya. 

Pemilihan lokasi yang tepat sangatlah penting agar proses beternak berjalan lancar dan menuai keuntungan. Jangan sampai produktivitas menurun hingga menyebabkan kematian.

2. Persiapkan Kandang

Tips ternak puyuh modal kecil selanjutnya adalah menyediakan kandang untuk proses perkembangbiakan dari telur sampai burung dewasa. Untuk kandang, sebaiknya pilih yang rak bersusun dengan material kayu atau baja ringan. 

Lalu untuk menjaga suhu di dalamnya, pastikan berkisar 20-25 derajat celcius. Anda juga bisa menggunakan penerangan dengan lampu pijar di pagi dan malam hari. 

Dalam proses ternak burung puyuh, dibutuhkan kandang yang memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Pilih kandang untuk tahapan pembibitan.
  2. Kandang kedua untuk indukan.
  3. Kandang ketiga untuk anakan.
  4. Kandang keempat untuk tempat berkembang anakan.

3. Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit

Jika kandang sudah siap, langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit unggul, sehingga proses produksi bisa berjalan dengan lancar. Untuk mendapatkan bibit yang baik, Anda harus memilih tempat penjualan bibit yang terpercaya. 

Pilihlah bibit yang tidak terlalu tua, namun juga tak terlalu muda. Ya sekiranya berumur 3 minggu sehingga hasil produksi berjalan baik. Adapun ciri-ciri bibit yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah burung puyuh yang aktif dan lincah bergerak. Jangan pilih yang diam saja, karena bisa saja terserang penyakit. 
  2. Kedua, pilihlah bentuk burung yang sempurna, simetris dan anggota tubuhnya lengkap.
  3. Terakhir, pilih yang warna bulunya cerah dan tidak kusam. 

Nah untuk proses beternak burung puyuh, pilihlah yang betina bukan yang jantan, ya!

4. Memberi Pakan

Memberi makanan yang baik menjadi kunci utama dalam keberhasilan peternak burung puyuh. 

Ini karena makanan berkualitas akan memberikan hasil yang maksimal. Adapun makanan yang direkomendasikan seperti pelet, remah-remah, tepung, dan sebagainya. Pemberian waktu makannya sendiri pada pagi dan sore hari.

5. Menjaga Kebersihan Kandang

Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang puyuh memang harus terjaga agar tidak terkena virus dan bakteri jahat. Caranya mudah yakni dengan membersihkan kotoran pada penampungan setiap 3 hari sekali.

Setelahnya, penampungan yang kotor harus diganti dengan penampungan yang baru. Kemudian cuci, keringkan, lalu dipasang lagi. Selain itu, pastikan pula lingkungan ikut bersih, ya!

6. Kontrol Ternak Burung Puyuh Petelur

Selain memastikan kebersihan kandang, lakukan pula pengecekan rutin kepada induk burung secara detail dan teliti. 

Jika ditemukan burung puyuh yang tampak sakit, segera konsultasikan pada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terdekat lalu pindahkan burung yang sakit ketempat lain agar tidak terjadi penularan. 

7. Pemberian Pakan Ransum

Pemberian Pakan Ransum

Pemberian pakan ransum terhadap burung puyuh menjadi cara agar puyuh bertelur banyak. Makanan utamanya memang palet, namun Anda bisa menambahkan remahan roti, mie, dan lain lain agar proses produksi berjalan cepat. 

8. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Agar burung puyuh selalu dalam kondisi yang baik, memang harus dilakukan vaksinasi sedini mungkin. Ketika umur burung puyuh 4-7 hari, sebaiknya lakukan vaksinasi setengah dari dosis vaksinasi untuk ayam. Vaksinasi ini dapat dilakukan melalui obat tetes mata atau air minum. 

9. Masa Panen dan Pemasaran

Ketika masa panen tiba, biasanya peternak pemula masih kebingungan untuk mengelola telur dan memasarkannya. Jika itu panen kecil, tak perlu diambil pusing karena Anda bisa menitipkan hasil ternak pada warung atau dijual langsung. 

Namun jika panen berskala besar, sebaiknya carilah pembeli atau pengepul yang siap membeli hasil ternak Anda. Atau bisa pula bergabung dengan koperasi peternak untuk menjual hasil panen tersebut.

Karenanya, Anda tak perlu ragu untuk memulai menjadi peternak puyuh. Teruslah konsisten agar keuntungan mengalir setiap hari.

Nah, itulah beberapa cara ternak puyuh petelur agar produktivitas berjalan lancar dan optimal. Selain itu, cara-cara di atas juga sudah terbukti mampu untuk meningkatkan keuntungan dengan cepat. Sekian, semoga bermanfaat!

Baca juga: