Dari sekian banyak burung yang diperdagangkan, cucak ijo memiliki nilai ekonomis yang terbilang tinggi. Harga burung cucak ijo bisa mencapai jutaan. Bahkan jika sudah menang berbagai macam kontes, nilainya bisa meroket sangat tajam.

Ada banyak alasan orang memilih untuk memelihara burung cucak ijo. Alasan utama tentu karena suaranya yang merdu dan nyaring sehingga membedakannya dengan burung kicau lainnya. Selain itu, warna bulu cucak ijo juga mentereng sehingga mencolok dengan paruh hitam yang gagah.

Jenis Burung Cucak Ijo / Cucak Hijau

1. Cucak Ijo Banyuwangi

Cucak Ijo Banyuwangi

Harga tertinggi untuk jenis burung cucak ijo ditempati oleh cucak ijo banyuwangi. Burung yang berasal dari bagian timur Pulau Jawa ini memiliki suara yang nyaring serta lantang. Pantas saja jika cucak ijo banyuwangi dewasa bisa dibanderol dengan harga hingga 1,5 juta.

Adapun ciri dari burung jenis ini adalah:

  • Memiliki tubuh yang berbentuk agak melengkung.
  • Ukuran badannya lebih besar dan panjang dibandingkan dengan jenis lainnya.
  • Sering bergerak atraktif jika sedang berkicau.
  • Memiliki jambul kepala yang akan berdiri jika sedang ngentrok.
  • Ekornya panjang dan lentur, jika diperhatikan bentuknya sedikit membentuk lengkungan.
  • Bulu yang ada di badannya hijau pekat tanpa perpaduan warna lainnya.
  • Sisik kakinya lebih besar jika dibandingkan dengan cucak ijo lainnya.
  • Sangat responsif terhadap suara dari cucak ijo lainnya.

2. Cucak Ijo Kalimantan

Cucak Ijo Kalimantan

Sesuai dengan namanya, cucak ijo yang satu ini memang berasal dari Pulau Kalimantan. Harga burung cucak ijo kalimantan juga termasuk dalam deretan mahal. Untuk ukuran dewasa, satu ekor cucak ijo kalimantan dihargai hingga 1 juta dan akan bernilai lebih jika sudah berprestasi.

Hal yang membedakan cucak ijo kalimantan dengan jenis lain adalah soal mentalitas. Burung jenis ini memang dikenal tangguh sehingga lebih sering dipilih sebagai jagoan untuk mengikuti lomba. Suara dari burung ini juga nyaring dengan nyanyian yang khas. 

Ciri-ciri dari burung cucak ijo Kalimantan adalah:

  • Memiliki bentuk tubuh yang lurus minim lengkungan.
  • Postur tubuhnya sedikit lebih kecil dibandingkan cucak ijo banyuwangi, namun tetap lebih besar dibandingkan cucak ijo lainnya.
  • Saat berkicau relatif tenang.
  • Tidak memiliki jambul kepala yang bisa berdiri jika ngentrok.
  • Ekornya lurus dan kaku tanpa lengkungan.
  • Panjang ekornya lebih pendek dari cucak ijo Banyuwangi.
  • Bulunya berwarna hijau terang sampai hijau kekuningan.
  • Monoton saat berkicau.

3. Cucak Ijo Sumatra

Cucak Ijo Sumatra

Dibandingkan dengan cucak ijo Kalimantan dan Banyuwangi, cucak ijo yang berasal dari Pulau Sumatra ini memiliki harga yang paling murah.

Meskipun demikian, bukan berarti bahwa cucak ijo jenis ini kualitasnya tidak bagus, melainkan memang karakternya tidak sekuat dua jenis yang disebutkan sebelumnya. 

Karena harganya yang murah inilah burung jenis ini juga merupakan yang paling laris diincar oleh para hobiis. Namun, biasanya mereka memelihara burung jenis ini untuk diperdengarkan suaranya di kalangan sendiri, bukan untuk diperlombakan.

Ciri dari burung cucak ijo sumatra adalah:

  • Ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan jenis banyuwangi dan kalimantan.
  • Postur tubuhnya proporsional dan lurus tanpa lengkungan.
  • Kesehariannya sangat reaktif terutama saat berkicau.
  • Warna bulu di puncak kepalanya adalah kuning.
  • Bulu tubuhnya sebagian besar berwarna hijau dengan semburat kuning di beberapa bagian.
  • Terdapat bulu berwarna biru, umumnya di bagian pipi atau bawah dagu.
  • Memiliki tipe kicauan yang monoton ketika sendiri namun akan berubah bervariasi jika dihadapkan dengan cucak ijo lainnya.

4. Cucak Ijo Mini

Cucak Ijo Mini

Sesuai dengan nama yang disematkan padanya, cucak ijo ini memiliki ukuran tubuh yang imut. Jenis ini merupakan jenis yang paling kecil di antara cucak ijo lainnya. Namun, untuk ukuran suara dan kicauan, jenis ini juga tidak kalah merdu.

Ciri dari cucak ijo mini adalah:

  • Panjang tubuh maksimal 17 cm.
  • Memiliki warna bulu hijau gelap.
  • Volume suaranya tidak pasti, terkadang dia nyaring dan terkadang juga pelan.
  • Nyanyiannya monoton namun merdu.

5. Cucak Ijo Rante

Cucak Ijo Rante

Jenis burung ini juga berasal dari Pulau Sumatera. Namun berbeda dengan cucak ijo sumatra, cucak ijo rante memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Bahkan ukuran tubuh burung yang juga disebut cucak ijo rante ini hampir sama dengan cucak ijo mini.

Ciri dari cucak ijo rante adalah:

  • Warna bulunya hijau terang.
  • Di sekitar wajah dan dahi terdapat bulu dengan warna biru.
  • Pada bagian leher terdapat garis berwarna biru yang berwarna ungu pada kedua sisinya. Garis ini dinamakan dengan strip malar.
  • Warna bulu di area tenggorokan adalah hitam.
  • Warna iris mata adalah kecoklatan.
  • Pada bagian kaki, warnanya adalah hitam keabu-abuan.

Cara Perawatan Burung Cucak Ijo

Cara Perawatan Burung Cucak Ijo

Memang perawatan burung cucak ijo satu dengan lainnya bisa berbeda. Hal ini tergantung dari karakteristik bawaan burung dan juga kebiasaan yang diterapkan oleh pemiliknya. Namun, sifat bawaan burung cucak ijo adalah manja, dan sifat ini tidak baik jika diteruskan.

Walaupun manja, seringkali cucak ijo juga bisa menjadi ganas. Cirinya adalah mematuk ketika akan diberi makan. Untuk mengatasi hal ini, maka pemilik harus bisa mencari sela dari burung dan mengurangi sifat manja sekaligus keras tersebut. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi hal tersebut.

1. Penggantian Buah Konsumsi

Biasanya, cucak ijo diberi makan pisang kepok putih dalam kesehariannya. Jika sifat manja dan ganasnya sedang muncul, maka buah pisang bisa diganti dengan pepaya untuk sementara waktu. Pemberiannya bisa dilakukan antara 3 hingga 4 hari. 

2. Hentikan Pemberian Jangkrik 

Makanan burung cucak ijo yang paling sering diberikan selain kepok putih adalah jangkrik. Hal ini dikarenakan jangkrik memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh burung.

Namun, pemberian jangkrik jua akan memicu sifat agresifnya. Maka ketika sedang menjalani terapi penghilangan sifat manja ini, Anda dapat menghentikan pemberian jangkrik untuk extra fooding (EF) untuk smenetara

3. Sendirikan Burung

Ketika sedang manja dan agresif, cucak ijo sangat reaktif terhadap kicauan dari burung lainnya. Maka jika Anda memiliki burung peliharaan lainnya, pisahkan cucak ijo dari mereka. Taruh cucak ijo di tempat yang tenang.

4. Penjemuran Rutin

Utamakan untuk menjemur cucak ijo setiap hari di pagi hari. Durasi penjemuran biasanya adalah 2 hingga 3 jam. Burung yang jarang dijemur biasanya mudah sakit dan akan mempengaruhi harga burung cucak ijo ketika dijual.

5. Kandang Umbaran

Energi yang berlebihan juga membuat sifat manja dan agresif cucak ijo keluar secara alami. Maka, untuk mengurangi hal ini, Anda dapat melepasnya di kandang umbaran selama 1 hingga 2 jam setiap sore.

Harga Burung Cucak Ijo Terbaru

Jenis Tingkatan

Harga

Cucak Ijo Banyuwangi Bakalan Rp850.000 – Rp1.250.000
Dewasa Rp1.100.000 – Rp2.600.000
Berprestasi Rp1.600.000 – Rp6.000.000
Cucak Ijo Kalimantan Bakalan Rp600.000 – Rp800.000
Dewasa Rp700.000 – Rp1.200.000
Berprestasi Rp2.000.000 – Rp4.000.000
Cucak Ijo Sumatra Bakalan Rp600.000 –  Rp900.000
Dewasa Rp700.000 – Rp1.200.000
Berprestasi Rp1.200.000 – Rp3.200.000
Cucak Ijo Mini Bakalan Rp350.000
Dewasa Rp500.000
Berprestasi
Cucak Ijo Rante Bakalan Rp200.000
Dewasa Rp350.000

Itulah beberapa informasi terkait harga burung cucak ijo yang menjadi salah satu burung peliharaan yang sangat digemari. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti cara perawatan yang telah dijabarkan di atas, sehingga burung yang dipelihara dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Baca juga: