Kucing muntah cacing mungkin karena adanya gejala atau gangguan pada sistem pencernaan. Muntah cacing itu sendiri sama dengan muntah pada umumnya. Tentunya gejala masalah kesehatan dengan mengeluarkan cairan, namun disertai cacing yang menginfeksinya kucing tersebut.

Cacing yang dimuntahkan terkadang ada yang masih hidup, namun ada juga yang sudah mati. Ada beberapa jenis cacing bisa menginfeksi kucing. Cacing yang paling sering menginfeksi kucing ada empat jenis. Seperti halnya cacing tambang, cacing gelang, cacing pita, dan cacing hati.

Cacing tersebut bukan hanya berbahaya untuk kucing, namun juga bisa menginfeksi manusia. Selain itu, keempat jenis cacing ini juga bisa infeksi hewan peliharaan yang lain. Tentunya perlu obati infeksi cacing kucing yang baru diadopsi dan pada anak kucing. Apalagi kucing yang menunjukkan adanya gejala cacingan.

Hal yang Menyebabkan Kucing Muntah Cacing

Adanya gejala  muntah cacing merupakan indikasi bahwa kucing sudah terinfeksi cacing dengan stadium yang cukup serius.

  • Kurang dalam Pemberian Obat

Pemberian obat cacing pada kucing perlu dilakukan sejak usia dini. Pada saat usianya menginjak 5 minggu sebagai umur yang tepat mulai memberi obat. Perlu dilakukan secara rutin dalam pemberian obatnya. Terlebih pada tiap 4 minggu sekali hingga kucing berusia 1 tahun.

Apabila kurang dalam melakukan pemberian obat, maka bisa menjadi penyebab kucing muntah cacing. Setelah berusia 1 tahun, maka tingkat imunitas kucing jadi lebih kuat.  Sehingga, hanya perlu diberikan setiap 2-3 bulan sebagai pencegahan sering muntah sembarangan.

  • Kurang Menjaga Kebersihan

Cacing gelang sebagai  penyebab utama muntah, tentunya karena sangat menyukai  tempat kotor atau lembab. Penyebab kucing cacingan apabila kurang dalam menjaga kebersihan. Sehingga akan membuat kucing mudah terjangkit cacingan. Kondisi cacingan yang semakin parah akan membuat cacing ikut terbawa keluar. Seperti halnya saat kucing mengalami muntah-muntah.

Baca Juga: Jenis-jenis Kenari Gloster dan Harganya

  • Kutu atau Tungau

Kebiasaan kucing menjilati bagian bulu sebagai cara membersihkan tubuhnya. Namun terkadang  telur kutu tersebut menjadi ikut terjilat dan terbawa ke dalam tubuh. Apabila telur kutu terbawa, maka akan menetas serta tumbuh di bagian usus kucing. Sehingga akan menciptakan parasit baru yang berkembang biak di dalam tubuh kucing tersebut.

  • Induk Cacingan

Adanya infeksi cacing ternyata bisa menularkan  ke anak kucing melalui keturunan. Cacing tersebut dapat menghasilkan larva yang berukuran sangat kecil. Sehingga menjadi sangat mudah apabila menyusup dalam pembuluh darah.

Larva ikuti aliran pembuluh darah sehingga jadi masuk ke dalam janinnya. Pada air susu dari induk yang mengalami cacingan juga menyebabkan anak kucing tertular. Hal itu bisa terjadi saat sedang  menyusui anaknya. Terlebih ukuran larva yang kecil tersebut, membuat larva dapat membaur dengan susu.

Cara Mengatasi Kucing Muntah Cacing

Anda bisa membawa ke dokter hewan, apabila terlihat gejala atau ciri kucing yang cacingan. Hal itu agar segera  mendapatkan penanganan medis atau obat cacing. Apabila sudah mengalami kucing muntah keluar cacing hingga dehidrasi. Tentunya  bisa berakibat fatal hingga kematian. Maka dokter hewan pun akan melakukan terapi anti cacing dengan sejumlah obat yang aman.

Perlu juga untuk membersihkan kandang secara rutin. Hal itu untuk memastikan kondisi lingkungan dan tubuh kucing agar selalu bersih dan higienis. Penempatan kandangnya harus selalu dibersihkan secara teratur dan diberi desinfektan.

Cara mengobati kucing muntah cacing dengan memberikan obat yang sesuai jenis cacing yang menginfeksinya. Perlu untuk diperhatikan adanya jenis obat yang sangat keras. Sebaiknya penggunaan obat tersebut hanya diperuntukkan untuk kucing dewasa. Dalam pengobatan kucing yang masih kecil, perlu menggunakan obat oral.

Perlu untuk mengetahui penyebab kucing muntah cacing, sehingga bisa dilakukan penanganan segera. Selain itu, dalam mengatasinya bisa dengan melakukan pemberian obat. Tentunya disesuaikan dengan jenis cacing yang menginfeksinya.