Bergerak merupakan sebuah proses perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain makan, bernafas, dan berkembang biak. Bergerak menjadi salah satu ciri dari makhluk hidup.

Apakah tumbuhan bergerak? Jawabannya adalah ‘iya’.

Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup, pasti memiliki ciri seperti makhluk hidup lainnya. Salah satunya adalah bergerak. Mau tahu macam-macam gerak pada tumbuhan? Cek penjelasannya berikut.

Cara Tumbuhan Bergerak

Gerak pada tumbuhan memang agak spesial, yaitu tidak secara langsung berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya seperti manusia dan hewan. Tumbuhan bergerak secara pasif.

Pada umumnya tumbuhan bergerak pada bagian tertentu seperti hanya pada daun atau ranting saat terkena angin, serbuk sari yang terbang bersama angin, ataupun akar yang bergerak ke arah sumber air.

Tumbuhan bergerak dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungan sekitar. 

Berdasarkan rangsangannya, ada 3 macam-macam gerak pada tumbuhan antara lain:

  1. Esionom (penjelasan lebih lanjut);
  2. Higroskopis, yaitu gerak pada tumbuhan yang terjadi akibat berkurangnya kadar air di dalam sel;
  3. Endonom, yaitu gerak pada tumbuhan yang terjadi di dalam tubuhnya sendiri.

Gerak Esionom

Sedangkan gerak esionom membutuhkan rangsangan dari lingkungan sekitar. Atau dengan kata lain tumbuhan akan bergerak jika ada sumber rangsangan.

Saat kamu berada di dekat pohon dan melihat daun atau ranting pepohonan yang bergerak terkena angin, hal tersebut termasuk gerak tumbuhan karena pengaruh lingkungan.

Atau saat berada di tanah lapang, melihat rumput bergoyang mengikuti irama angin. Gerakan tersebut juga termasuk contoh gerak pasif pada tumbuhan.

Baca juga: Kumpulan Nama Ilmiah Hewan dan Tumbuhan Terlengkap

Ada banyak faktor yang mempengaruhi gerak esionom, tergantung dari sumber rangsangannya.

Respon tumbuhan terhadap rangsangan pun berbeda-beda. Ada yang merespon positif dengan bergerak mendekati sumber rangsangan, namun ada juga yang menjauh dari sumber rangsangan.

Contoh dari gerak esionom mendekati sumber rangsangan adalah gerak pada tanaman yang tumbuh ke arah sinar matahari.

Coba perhatikan arah tunas tanaman yang ada di pekarangan rumahmu. 

Bagian tanaman entah itu bunga atau pun batang akan tumbuh mengikuti sumber cahaya. Pergerakan ini juga untuk mendapatkan lebih banyak sinar matahari demi proses fotosintesis.

Selain itu kamu bisa mencoba membuktikannya dengan menanam kacang hijau pada media kapas. Letakkan eksperimenmu di ruangan gelap minim cahaya matahari.

Setelah beberapa hari, cobalah cek. kamu akan mendapatkan tunas tanaman yang tumbuh memanjang menuju arah sumber cahaya berasal.

Sedangkan tumbuhan yang bergerak menjauhi rangsangan adalah gerak tanaman yang bereaksi terhadap zat kimia atau kondisi lingkungan berbahaya.

Misalkan pada tanah tandus maka tanaman cenderung untuk bergerak menjauhi dan tidak tumbuh di lingkungan tersebut untuk melindungi diri.

Meski tak tampak kasat mata, namun gerak pada tumbuhan memiliki banyak fungsi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh saat kamu menyentuh daun putri malu, maka tanaman tersebut akan menguncupkan daunnya sebagai upaya perlindungan dari pemangsa atau keadaan berbahaya.

Contoh gerak pasif pada tumbuhan lainnya adalah pergerakan akar tumbuhan yang mengikuti sumber mata air. Itulah kenapa tumbuhan di sekitar aliran sungai memiliki akar yang menjorok ke arah sumber mata air.

Pergerakan akar tumbuhan tersebut memiliki tujuan agar lebih banyak memiliki cadangan air dan lebih mempermudah proses fotosintesis di siang hari.

Tumbuhan juga mendapat bantuan dari kumbang ataupun lebah untuk bergerak saat melakukan pembuahan. Misalnya serbuk sari yang dibawa oleh lebah madu menuju putik.

Menurut para ahli,  gerak esionom dibagi menjadi 3, yaitu gerak tropisme, taksis, dan nasti.

Sekarang saat kamu pergi ke Taman, bisa lebih mudah mengetahui macam-macam gerak pada tumbuhan yang kamu temui bukan?