Bagi semua burung kicau memang membutuhkan adanya birahi. Birahi pada burung bertujuan membuat burung semakin gacor, fighter dan semangat tarungnya juga akan semakin berkobar.

Burung Murai Batu juga bisa kehilangan performa terbaiknya apabila kekurangan birahi. Untuk itu, sangat penting mengatur birahi burung Murai Batu dengan cara menaikan birahi Murai Batu. Berikut penjelasan lebih lengkapnya untuk tahu lebih lanjut.

Dampak Kekurangan Birahi Bagi Burung Murai Batu

Perilaku burung yang sangat mudah terasa apabila burung Murai Batu kekurangan birahi adalah tidak gacor. Burung Murai Batu hanya ngeriwik saja. Keadaan seperti ini tentu akan membuat pemilik burung bingung.

Tak hanya itu, burung juga akan terlihat lesu dan tidak bersemangat. Apabila Anda perhatikan, badan burung pun jadi membesar atau gemuk. Akhirnya berbagai cara menaikan birahi Murai Batu pun dilakukan. Sebelum kondisi burung semakin bertambah parah.

Perhatikan Pemberian Extra Fooding (EF)

Banyak cara menaikan birahi murai batu yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol birahi burung Murai Batu. Salah satunya extra fooding (EF). Beberapa yang termasuk dalam extra fooding (EF) diantaranya jangkrik dan kroto.

Namun tak hanya itu saja, ada juga ulat kandang, ulat hongkong, cacing, ikan guppy, kecebong. Jika Anda ingin mendongkrak birahi burung Murai batu, sebaiknya sediakan waktu luang agar bisa mengawasi burung.

Berbeda burung tentu berbeda kebutuhan cara menaikan birahi murai batu agar gacor. Melalui extra fooding (EF) berharap burung dapat terpacu birahinya. Ada kasus saat burung yang diberi sepuluh ekor jangkrik, baru bisa birahi.

Kemudian kasus lain juga terjadi, sudah memberikan tiga puluh ekor jangkrik baru muncul birahi. Lain halnya dengan kasus yang ini, tiga puluh ekor jangkrik sudah diberikan. Namun, tidak juga birahi. Begitu memberikan cacing, barulah burung Murai Batu bisa birahi.

Kenali karakter burung Murai Batu

Burung Murai Batu yang mengalami kurang birahi memiliki penampilan yang kurang maksimal. Selain akan berpengaruh pada kondisi mentalnya, sifat fighter pada burung juga akan menurun. Bahkan burung menjadi jarang berbunyi.

Kualitas dan karakter Burung Murai Batu berbeda. Hal ini terjadi karena pengaruh dari faktor genetik. Dalam menghasilkan kualitas unggulan, Anda harus mengenal kelebihan dan kekurangannya. Dengan perawatan yang baik, kekurangan burung dapat teratasi.

Cara mengatasi Kekurangan Birahi Burung Murai Batu

Bisa dengan meningkatkan extra fooding. Berikan cacing tanah sebanyak satu ekor dengan durasi waktu tiga kali seminggu. Cacing tanah berguna untuk meningkatkan birahi burung Murai Batu yang ingin di ternak.

Kurangi Durasi Mandi Burung Murai Batu

Kurangi durasi mandi burung Murai Batu menjadi satu kali dalam satu minggu. Ketika burung jarang mandi maka birahinya akan meningkat. Jika ternyata belum juga ada perubahan, jangan panik.

Anda bisa mencoba mengajak burung ke lapangan. Latih mentalnya dengan berada pada keramaian. Dengan begitu, burung akan merasakan adanya tekanan dari murai batu lainnya. Biasanya burung akan menjadi gacor karena kondisi lapangan yang ramai.

Tingkat keramaian saat di rumah dan di lapangan tentu berbeda. Jadi, meski telah melakukan perawatan yang baik dan pemberian extra fooding (EF) sesuai keinginan burung. Proses burung menjadi gacor memang pada akhirnya bisa berbeda-beda.

burung Murai Batu yang menjadi gacor untuk ternak dan untuk lomba pun juga berbeda. Burung yang gacor untuk lomba lebih sulit. Ha ini juga akan berpengaruh pada cara menaikan birahi murai batu di penangkaran. Begitu juga cara menaikan birahi murai batu lomba

Demikian penjelasan cara menaikan birahi murai batu. Pada umumnya, cara menaikan birahi murai batu agar gacor memang berbeda. Kenali burung Murai Batu Anda agar mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Dengan perawatan yang tepat, hasil pun akan maksimal.

Baca juga: