Setelah masa mabung, proses selanjutnya, yaitu Murai Batu dorong ekor. Pada proses ini, bulu burung Murai Batu akan mengalami pergantian menjadi bulu burung yang baru. Ini adalah proses yang penting untuk menentukan kualitas burung Murai Batu.

Tak jarang, banyak pemilik burung kecewa setelah proses ini selesai. Beberapa penyebabnya karena bulu ekor burung tidak tumbuh panjang. Untuk lebih jelasnya cara merawat Murai Batu dorong ekor, baca lagi sampai selesai.

Berikan Makanan Burung yang Mengandung Protein Tinggi

Burung memerlukan pakan yang mengandung protein saat dorong ekor. Namun tak perlu berlebihan, berikan saja makanan burung Murai Batu dorong ekor dengan takaran yang tepat sama seperti saat proses mabung.

Berikan extra fooding (EF) tiga jangkrik pada pagi hari dan tiga jangkrik pada sore hari. Ketika bulu ekor burung Murai Batu sudah mulai terlihat, bisa tambahkan 1 sdt kroto pada pagi harinya. Jika berlebihan memberikan kroto akan berdampak pada birahi dan emosi burung.

Perawatan Burung Murai Batu Dorong Ekor

Cara merawat Murai Batu dorong ekor tidak memerlukan proses penjemuran dan pengembunan. Begitu juga dengan proses mandi. Untuk sehari-harinya biarkan kandang burung full kerodong saja.

Burung Murai Batu dorong ekor baru bisa Anda mandikan setelah panjang bulu ekornya sudah sekitar 7 cm. Mandikan burung Murai Batu hanya satu kali dalam satu minggu. Selanjutnya angin-anginkan saja burung setelah mandi.

 Letakkan full kerodong kembali  pada kandang burung setelah proses mandi selesai. Menjemur burung setelah mandi hanya akan membuat bulu ekor rusak saat masa pertumbuhannya.

Bulu ekor burung bisa menjadi keriting, nyerit dan bahkan tidak tumbuh panjang seperti biasa. Pada saat Murai Batu dorong ekor, berikan pemasteran agar burung memiliki variasi irama lagu yang banyak dan enak terdengar.

Apabila bulu ekor Murai Batu sudah tumbuh sempurna sebaiknya tidak langsung mengumbar burung Murai Batu. Alasannya karena burung masih belum pulih total dan memerlukan waktu sampai proses bulu ekor burung kering sempurna.

Proses selanjutnya apabila bulu ekor burung sudah sempurna yaitu pengembunan. Namun lakukan saja pelan-pelan. Tak perlu langsung mengajak burung untuk mengikuti lomba atau kegiatan menguras energi.

Lakukan penjemuran Murai Batu pada minggu pertama selama lima belas menit. Bertahap pada minggu kedua selama tiga puluh menit. Lakukan sampai perawatan harian burung Murai Batu kembali seperti semula.

Baca juga: Mengenal Pola Ekor Burung Murai Batu Sesuai Jenis

Mentega untuk Lubang Bulu Burung yang Terlepas

Berikan mentega sebagai cara merawat Murai Batu dorong ekor yang bulunya terlepas. Saat mengambil burung dari kandang, pastikan kandang full kerodong. Kemudian, perhatikan bulu burung yang terlepas. Oleskan mentega pada lubang bulu burung yang terlepas.

Mentega berfungsi untuk merangsang supaya bulu burung dapat tumbuh kembali. Biasanya dalam dua sampai tiga hari, bulu sudah mulai tumbuh kembali. Berbeda cara ketika bulu burung sudah terlepas  agak lama.

Lubang atau pori-pori bulu burung yang sudah tercabut agak lama mulai tertutup. Ini yang membuat bulu burung tidak bisa tumbuh. Anda bisa melakukan penyiletan di atas permukaan kulit agak dalam. Lalu semprot dengan air hangat untuk membersihkan darahnya.

Oleskan Mentega pada Jangkrik untuk Pakan Burung

Memberikan jangkrik sebagai pakan untuk Murai Batu dorong ekor sudah menjadi hal yang biasa. Berbeda halnya ketika memberikan jangkrik sebagai makanan burung dengan olesan mentega. Mungkin saja Anda baru mendengarnya.

Protein yang terdapat pada kandungan mentega bagus bagi burung. Selain menghadirkan jangkrik dengan varian rasa baru untuk makanan burung, mentega juga merangsang pertumbuhan bulu burung.

Bagaimana penjelasan dari cara merawat Murai Batu dorong ekor? Mudah dipahami kan. merawat Murai Batu dorong ekor membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan perawatan yang benar akan membuat proses Murai Batu dorong ekor menjadi maksimal.