Murai Batu Panda bukanlah jenis resmi dari burung Murai Batu yang Anda ketahui, melainkan burung Murai Batu yang mengalami sebuah kelainan.

Kelainan yang terjadi pada burung Murai Batu tersebut membuat sebuah jenis baru yang kini dikenal dengan nama burung Murai Batu Panda.

Sebenarnya, burung tersebut merupakan burung Murai Batu Albino, namun masyarakat Indonesia sering menyebutnya sebagai Murai Panda atau Murai Batu Blorok.

Jenis burung ini masih sangatlah langka, bahkan ada beberapa masyarakat yang mempercayai sebuah mitos pada burung Murai Blorok ini.

Mitos tersebut yaitu diyakini burung Murai Albino ini merupakan burung suci yang memiliki kekuatan dan bisa mendatangkan keberuntungan pada pemiliknya.

Terlepas dari mitos tersebut, saat ini banyak Murai Mania yang semakin penasaran dan ingin memiliki burung Murai Batu Panda tersebut.

Para peternak Murai Batu mulai mencoba untuk mengawin-silangkan beberapa burung Murai Batu agar menghasilkan burung Murai Blorok.

Namun hal tersebut sangat sulit terjadi, karena burung albino tersebut sebenarnya memiliki beberapa faktor khusus yang bisa menjadikannya sebagai hewan albino.

Asal Usul Burung Murai Batu Panda

Asal Usul Burung Murai Batu Panda

Asal Usul Burung Murai Batu Panda

Jika membaca kata “asal usul”, mungkin Anda akan berfikir mengenai sebuah daerah yang menjadi asal dari burung albino ini.

Namun anggapan Anda ternyata tidak benar, kata “asal usul” di sini sebenarnya merujuk pada faktor yang menyebabkan burung Murai Batu Panda muncul.

Berikut ini, beberapa faktor yang bisa menyebabkan burung Murai Batu berwarna putih atau yang biasa dikenal dengan Murai Blorok.

1. Faktor Gen

Faktor gen adalah faktor paling besar yang menyebabkan burung murai panda tercipta.

Bagaimana tidak, jika kedua indukan dari burung tersebut juga memiliki warna putih atau albino, maka bisa dipastikan bahwa anakannya juga akan mengalami hal yang sama.

Jadi bagi Anda yang ingin beternak Murai Panda, sebaiknya cari indukan murai panda juga.

2. Depigmentasi

Depigmentasi merupakan sebuah gangguan pigmen metabolisme yang bisa mengakibatkan proses molting pada burung berjalan lambat.

Sehingga warna asli dari burung Murai Batu yang identik dengan warna hitam pekat akan menghilang dan berganti menjadi warna putih.

3. Kelainan Pigmen Melanin

Tidak jauh berbeda dari depigmentasi, pigmen melanin yang mengalami kelainan juga akan berpengaruh pada warna burung Murai. Artinya, warna burung Murai yang semula hitam akan berubah menjadi warna putih.

Namun, ada sedikit perbedaan antara depigmentasi dan kelainan pigmen melanin.

Jika pada depigmentasi warna putih yang dihasilkan sangat bersih dan menyeluruh (seluruh tubuh), kelainan pada pigmen melanin hanya akan menghasilkan warna putih di beberapa bagian saja.

Hal tersebut yang membuat burung Murai Batu memiliki corak warna putih yang berpisah-pisah, atau masyarakat Indonesia lebih mengenal dengan sebutan Blorok.

4. Kekurangan Mineral

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh ahli Murai di Singapura mengatakan bahwa burung Murai Panda bisa tercipta karena burung tersebut kekurangan mineral.

Hal ini dibuktikan oleh pengalaman yang didapatnya, dimana burung yang dimiliki tiba-tiba berubah warna menjadi putih setelah proses mabung. Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung tersebut mengalami kekurangan mineral.

5. Malnutrisi

Apakah Anda tahu bahwa malnutrisi juga bisa mengubah warna burung Murai yang tadinya hitam pekat menjadi putih?

Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena saat burung mengalami malnutrisi, burung tersebut akan stres dan mempengaruhi pigmen gelap pada tubuhnya. Di mana pigmen warna gelap tersebut akan menurun dan berganti menjadi warna putih.

6. Mutasi

Faktor lain yang bisa menyebabkan terciptanya burung murai panda adalah karena adanya mutasi yang tidak disengaja ataupun disengaja.

Mutasi yang tidak disengaja bisa terjadi karena faktor lingkungan atau perubahan DNA yang terdapat pada gen burung tersebut.

Sedangkan untuk mutasi yang disengaja tentu terjadi atas campur tangan manusia yang biasanya dilakukan beberapa kali penyilangan gen untuk mendapatkan gen baru.

7. Kawin Silang

Faktor paling umum adalah dilakukannya kawin silang antara dua spesies yang berbeda namun memiliki kekerabatan atau berasal dari keluarga yang sama.

Namun biasanya untuk mendapatkan Murai Batu Panda, akan dilakukan proses kawin silang antara burung Murai Batu berbulu normal dengan burung Murai Batu Blorok.

Dengan melakukan kawin silang tersebut, biasanya keberhasilan untuk mendapatkan burung murai blorok memiliki persentase di atas 50%.

8. Penyakit Tertentu

Menurut penjelasan dari spesialis dokter hewan Margaret A. Wissman, perubahan pada warna burung juga ternyata bisa disebabkan oleh penyakit tertentu.

Tidak terkecuali perubahan yang terjadi pada burung murai berbulu normal yang tiba-tiba berubah menjadi Murai Albino dengan bulu berwarna putih.

Di atas adalah beberapa asal usul burung Murai Batu Panda bisa muncul di dunia ini. Tertarik untuk memelihara atau beternak burung Murai Batu Panda? Siapkan uang yang banyak, karena Murai Blorok terkenal dengan harganya yang bisa mencapai ratusan juta.

Baca Juga: