Pola Ekor Murai Batu bermacam-macam dan memiliki keistimewaan tersendiri. Hal itu dapat dilihat dari fisiknya, bagaimana kicauannya, serta coraknya. Kelebihan itu membuat murai batu tak pernah sepi peminat.

Jenis Pola Ekor Burung Murai Batu

Burung murai batu dapat ditemukan di berbagai daerah seperti dari Jambi, Medan, Kalimantan, Sumatera, dan sebagainya.  Sebenarnya terdapat banyak jenis Pola Ekor Murai Batu dan bisa diketahui melalui ciri-cirinya. Nah, berikut ini merupakan beberapa pola ekor murai batu:

  • Murai Batu Larwo

Murai Batu Larwo Grumsa

Murai Batu Larwo Grumsa

Burung Murai Batu Larwo memiliki bentuk tubuh yang tidak terlalu besar, tampak lebih pendek, serta buntet. Selain itu, panjang ekornya hanya sekitar 10 sampai 15 cm.

Setiap murai batu pasti memiliki karakteristik tersendiri, begitu juga dengan Murai Batu Larwo. Saat akan terbang atau berkicau, burung ini bakal membentangkan jambulnya.

  • Murai Batu Lampung

Murai Batu Lampung Grumsa

Murai Batu Lampung Grumsa| Source: onkicau.blogspot.com

Apabila diamati dari fisiknya, Murai Batu Lampung kelihatannya sedikit mirip dengan jenis murai batu lainnya. Meski begitu, burung ini pastinya tetap memiliki keunikan yang membedakannya dari jenis murai lainnya.

Ekor Murai Batu Lampung berwarna hitam dengan panjang kurang lebih 10-15 cm. Secara keseluruhan, burung yang satu ini berwarna hitam dan kecoklatan.

Baca Juga: Begini Cara Mendongkrak Birahi Murai Batu Biar Kawin

  • Murai Batu Nias

Murai Batu Nias Grumsa

Murai Batu Nias Grumsa

Selanjutnya ada burung Murai Batu Nias yang berasal dari Sumatera Utara tepatnya yakni Kepulauan Nias. Burung ini mempunyai ekor yang cukup panjang bahkan mencapai 20-25 cm.

Ekornya bermotif hitam dan umumnya berjumlah 6 pasang. Berbicara soal kualitas suara, Murai Batu Nias memiliki kicauan yang lebih bagus dari murai lainnya.

  • Murai Batu Medan

Murai Batu Medan Grumsa

Murai Batu Medan Grumsa

Bagi sebagian besar orang di Indonesia khususnya pecinta burung, tentu sudah familiar dengan Murai Batu Medan. Kepopulerannya tak terlepas dari fisik gagahnya.

Hal ini karena Murai Batu Medan memiliki bentuk badan yang besar, sehingga membuatnya tampak gagah. Selain itu, burung ini juga menghasilkan suara yang keras dan lantang.

  • Murai Balak Sabang

Murai Batu Sabang Trotol 4 Bulan Grumsa

Murai Batu Sabang Trotol 4 Bulan Grumsa

Murai Balak Sabang adalah salah satu jenis burung murai batu asli dari Indonesia. Burung ini memiliki ekor berwarna hitam dan panjangnya mencapai 28 cm.

Selain itu, Murai Balak Sabang juga memiliki beberapa kelebihan lainnya seperti suara kicauan yang bagus, postur tubuh besar, hingga bulu yang indah. Hal tersebut membuat harga burung ini melambung tinggi.

Baca Juga: Harga Murai Batu Sabang dan Cara Perawatannya

  • Murai Batu Aceh

Murai Batu Aceh Grumsa

Murai Batu Aceh Grumsa

Murai Batu Aceh menjadi salah satu burung yang banyak dicari terutama untuk dijadikan peliharaan. Panjang ekor burung ini biasanya antara 20 hingga 30 cm. Setidaknya panjang ekornya seimbang dengan bentuk badannya.

Selain itu, suara kicauan burung ini juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Ya, Murai Batu Aceh memiliki suara kicauan yang keras, unik dan berbeda dari murai lainnya.

Tak bisa dipungkiri, Murai Batu masih diminati hingga saat ini. Wajar kalau dibandrol dengan harga fantastis apalagi kisaran harga jualnya mampu menembus jutaan rupiah.

Selain itu, masih banyak pola ekor burung murai batu lainnya, misalnya saja pola ekor murai batu kalimantan. Pastinya setiap murai batu punya keunikan yang berbeda-beda.

Itulah beberapa pola ekor murai batu berdasarkan jenisnya serta bentuknya masing-masing. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari tahu lebih dalam seputar dunia murai batu.