Anda mungkin terkejut begitu membaca nama-nama tumbuhan berikut. Pasalnya, sebagian dari mereka boleh jadi merupakan tumbuhan yang kerap Anda temui di sekitar Anda, tetapi tergolong sebagai tanaman halusinogen asli Indonesia.

Apalagi, Anda mungkin tengah menanam satu atau dua di antaranya di pekarangan rumah Anda. Jika iya, Anda patut was-was, karena bukan hal mustahil apabila Anda terkena efek samping akibat kontak dekat, seperti halusinasi intens dan sulit tidur.

Berikut adalah daftar tanaman halusinogen asli Indonesia dengan efek mirip ganja yang patut Anda waspadai.

1. Kecubung

Kecubung adalah tanaman berbunga dengan nama latin Datura metel. Anda mungkin sering menjumpainya sebagai tanaman liar. Faktanya, kecubung asal Indonesia yang juga tumbuh subur di beberapa negara Asia Tenggara lainnya ternyata punya efek memabukkan.

Uniknya, berbagai komunitas lazim menggunakan tanaman ini dalam ritual keagamaan atau sihir di berbagai belahan dunia selama ribuan tahun.

Sayangnya, tidak semua orang mengetahui jika setiap bagian dari kecubung beracun. Akibatnya, ketidaktahuan tersebut menyebabkan banyaknya kasus keracunan secara tidak sengaja yang merenggut nyawa setiap tahun.

Di samping itu, karena tanaman ini juga berpotensi menimbulkan halusinasi, banyak orang menyalahgunakan tanaman tersebut sebagai obat-obatan terlarang yang berujung pada kematian akibat overdosis.

2. Ganji

Tanaman ganji merupakan tanaman halusinogen asli Indonesia lainnya yang mudah Anda jumpai di alam sekitar. Memiliki nama lain “genjik”, ganji adalah tanaman lokal yang tumbuh subur di Demak, khususnya di sepanjang jalur pantura.

Umumnya, warga setempat memanfaatkan daun ganji sebagai penyedap masakan. Karena itu, penduduk Demak juga sering menyebutnya “daun cimeng sayur”, “daun cimeng jawa”, dan “pohon cimeng sayur”.

Dalam jumlah kecil, tanaman ganji tergolong aman dikonsumsi. Namun, menurut temuan BNN, efek halusinogennya muncul apabila penggunaannya melebihi batas wajar.

Bahkan, dari hasil tes laboratorium, BNN menegaskan efek memabukkan daun ganji sama kuatnya dengan efek serupa akibat penyalahgunaan buah kecubung.

Baca juga: 5 Tips Merawat Bunga Krisan agar Tetap Tumbuh Cantik

3. Tanaman Kratom

Selain cimeng Jawa Tengah atau ganji, Indonesia masih memiliki tanaman lokal lainnya yang juga menyebabkan efek euforia.

Namanya tanaman kratom. Kratom tumbuh lebat di sekitar sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Bahkan, karena jumlahnya yang berlimpah, petani kratom mesti mengekspor kelebihan hasil panennya hingga ke Negeri Paman Sam.

Meskipun tanaman kratom memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan, seperti meredakan nyeri dan mengatasi gangguan cemas (anxiety), BNN rupanya melarang penggunaan tanaman tersebut.

Lebih lanjut lagi, BNN juga menjumpai adanya kandungan tertentu di dalam daun kratom yang dapat disalahgunakan untuk pembuatan narkotika. Oleh karena itu, BNN secara resmi menetapkan larangan penggunaan kratom selain sebagai obat herbal mulai tahun 2022 mendatang.

4. Selada Liar

Selada liar, atau yang juga disebut rumput halusinasi, sejatinya merupakan tanaman obat yang lumayan populer. Ini karena tidak sedikit orang yang mempercayai efikasi dari efek penenang dan pereda rasa sakit selada liar.

Selain itu, ekstrak dari biji, daun, dan getah selada liar biasanya menjadi bahan baku utama obat-obatan herbal yang mengklaim dapat meredakan berbagai masalah kesehatan. Contohnya, nyeri dan gangguan kecemasan.

Namun, meskipun nenek moyang kita telah menggunakan selada liar untuk mengobati rasa sakit selama ribuan tahun, sedikit sekali bukti yang mendukung khasiatnya.

Sebaliknya, banyak studi yang justru beramai-ramai meneliti efek sampingnya. Salah satunya membuktikan selada liar dapat membahayakan kesehatan. Bahkan, konsumsi selada liar mentah berisiko menyebabkan halusinasi auditori.

5. Kangkung

Di Indonesia, kangkung kerap jadi primadona terutama di dapur. Banyak kreasi lezat tercipta saat memadukan tanaman sayur ini dengan bumbu-bumbu khas nusantara.

Tetapi, tahukah Anda? Tanaman dengan nama latin Ipomoea aquatica ini ternyata mendapat label berbahaya dari Federal Noxious Weed Act of 1974, undang-undang terbitan Kementerian Pertanian Amerika Serikat yang meregulasi jenis tanaman yang aman dikembangbiakkan.

Alasannya, terdapat senyawa bernama “alkaloid ergoline” di dalam bunga dan daun kangkung dengan efek halusinogen. Bahkan, efek rokok daun kangkung sama kuatnya dengan Lysergic Acid Diethylamide (LSD), di mana sang pengguna akan berhalusinasi saat memakainya.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian Amerika Serikat melarang budidaya tanaman halusinogen asli Indonesia yang satu ini. Pemerintah setempat mengkhawatirkan adanya penyalahgunaan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkannya sebagai cara membuat halusinogen.

Penutup

Siapa sangka jika di sekeliling kita rupanya terdapat banyak zat-zat memabukkan, bahkan sebagian dapat Anda temui di alam liar tanpa Anda menyadarinya. Salah-salah, Anda dapat terpengaruh efek sampingnya apabila Anda tidak berhati-hati.

Jadi, Anda sepatutnya waspada dalam mengonsumsi apa-apa saja yang Anda peroleh terutama dari alam.

Selain itu, apabila Anda gemar berkebun, penting untuk meneliti apakah benih yang hendak Anda budidayakan itu aman, dan bukannya tergolong salah satu tanaman halusinogen asli Indonesia.