MAKALAH EKONOMI MANAJERIAL

TEORI BIAYA EKONOMI MANAJERIAL

 

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas UAS Ekonomi Manajerial

Dosen Pengampu :

Dr. Supawi Pawenang, SE, MM

Disusun Oleh

 

Mukhib Wahdana

2018.020.165

2 / Manajemen B2

 

 

UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

TAHUN 2020/2021

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Produksi adalah transformasi atau pengubahan faktor produksi menjadi barang produksi. atau suatu proses dimana masukan (input) diubah menjadi luaran (output). Berusaha untuk mencapai efisiensi produksi yaitu menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang paling rendah untuk suatu jangka waktu tenentu.

Efisiensi dari proses produksi itu tergantung pada proporsi masukan yang digunakan, jumlah absolut masing-masing masukan, sena produktivitas masing-masing masukan untuk setiap tingkat penggunaannya dan perbandingan antara masukan-masukan atau faktor-faktor produksi tersebut. Karena masukan atau faktor produksi itu harus dibayar oleh perusahaan. Maka derajat efisiensi produksi diterjemahkan dalam konsep biaya produksi.

Fungsi produksi yaitu hubungan antara masukan (faktor produksi) dan luaran (barang produksi). kita perlu membedakan antara pengertian produksi jangka pendek dan jangka panjang. Meskipun periode produksi jangka panjang atau jangka pendek tidak ada kaitannya dengan lamanya waktu produksi. Ini merupakan istilah ekonomi yang sama sekali tidak ada hubungannya langsung dengan waktu. melainkan membahas mengenai fungsi produksi jangka pendek dan jangka panjang.

     2. Rumusan Masalah

  1. Apa definisi Teori Produksi?
  2. Apa definisi Sistem Produksi?
  3. Apa definisi Pola Produksi?

     3. Tujuan

  1. Untuk Mengetahui Teori Produksi
  2. Untuk Mengetahui Sistem Produksi
  3. Untuk Mengetahui Pola Produksi

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Teori Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. Sedangkan faktor-faktor produksi adalah sebagai berikut:

  1. Tanah (land)atau Sumber Daya Alam (Natural Resources)
  2. Tenaga kerja manusia (labour)atau Sumber Daya Manusia (Human Resources)
  3. Modal (Capital)
  4. Keahlian keusahawanan (Enterpreneurship)

Di dalam menganalisis teori produksi, Dikenal dua hal:

  • Produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal tetap. sedangkan tenaga kerja berubah).
  • Produksi jangka panjang. yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuh

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

2.2 Produksi Jangka Pendek

Jangka pendek merupakan kurun waktu yang terjadi ketika salah satu atau lebih faktor produksi yang tidak bisa diubah atau tetap. Faktor-faktor yang tidak dapat diubah disebut juga fixed input atau masukan tetap. Fixed input dalam jangka waktu ini umumnya adalah capital atau modal. Modal bersifat tetap karena jumlahnya tetap dan tidak akan berpengaruh terhadap banyaknya hasil produksi. Sedangkan tenaga kerja bersifat variabel karena penggunaannya berubah sesuai dengan banyaknya hasil produksi. Misalnya saat produsen A ingin meningkatkan banyaknya hasil produksi perusahaannya dalam jangka pendek, maka yang bisa ia lakukan adalah menambah jumlah tenaga kerjanya. Ia tidak bisa menambah alat-alat seperti mesin, karena ini hanya dalam jangka pendek atau tidak akan selamanya.

2.3 Produksi Jangka Panjang

Jangka Panjang suatu proses produksi tidak dapat diperkirakan akan berjalan 10 tahun, 25 tahun, atau bahkan sampai 50 tahun. Sehingga dalam kurun waktu ini semua faktor produksi yang digunakan bersifat variabel atau tidak ada faktor produksi tetap.

2.4 Fungsi Produksi

Fungsi produksi (production function) adalah fungsi matematika yang menghubungkan kuantitas output dengan input yang digunakan dalam proses produksi. Biasanya, ekonom menganggap modal dan tenaga kerja adalah satu-satunya input produksi.

Fungsi tersebut mewakili batas output yang dapat diproduksi oleh produsen dari setiap kombinasi input yang memungkinkan. Fungsi ini berguna untuk menentukan berapa banyak output yang harus mereka hasilkan, mengingat harga suatu produk. Dan, untuk mencapai output itu, kombinasi input apa yang harus mereka gunakan.

Selanjutnya, para ekonom membedakan jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, satu faktor produksi dianggap tetap, biasanya modal. Sementara itu, dalam jangka panjang, semua faktor produksi adalah variabel. Persamaan umum untuk fungsi produksi adalah Q = F (K, L), di mana Q adalah jumlah output, L adalah tenaga kerja, dan K adalah modal.

  • Fungsi Cobb-Douglas.

Y = AK α L β

Di mana A mewakili faktor total produktivitas (TFP), yang mengukur faktor di luar tenaga kerja dan modal yang berkontribusi terhadap perubahan output. Ekonom menyebutnya sebagai faktor dalam peningkatan teknologi.

Sementara itu, alpha (α) mengacu pada elastisitas output modal. Dan, beta (β) merepresentasikan elastisitas output dari tenaga kerja. Jumlah alfa dan beta sama dengan 1 jika itu adalah constant returns to scale , kurang dari 1 jika itu decreasing returns to scale, dan lebih dari 1 jika itu increasing returns to scale. Dapat memperkirakan rumus tentang pertumbuhannya seiring waktu sebagai:

∆Y / Y = α * ∆K / K + β * ∆L / L + ∆A / A

Dimana:

∆Y / Y = Tingkat pertumbuhan dalam output

∆K / K = Tingkat pertumbuhan modal

∆L / L = Tingkat pertumbuhan tenaga kerja

∆A / A = pertumbuhan TFP

Misalnya, jika α = 0,5, peningkatan penggunaan modal 2% akan menyebabkan sekitar 1% peningkatan output.

2.5 Sistem Produksi

Sistem produksi merupakan satu susunan kegiatan ataupun elemen yang semuanya saling berhubungan untuk mencapai tujuan akhir. Tidak hanya saling berhubungan, tapi juga semua elemen tersebut akan saling menopang satu dengan yang lainnya. Bisa dikatakan bahwa sistem ini adalah sistem integral yang didalamnya terdapat fungsional perusahaan dan juga komponen yang sifatnya struktural. Untuk yang fungsional itu terdiri dari pengendalian, perencanaan, pengawasan, dan lainnya yang masih berhubungan dengan pengaturan (manajerial). Lalu ada struktural yang terdiri dari tenaga kerja, mesin, peralatan, dan sebagainya.

2.6 Tujuan Sistem Produksi

Setelah mengetahui jenisnya, maka sekarang saatnya untuk mengetahui tujuan dari sistem produksi ini. Karena pastinya setiap hal yang diciptakan memiliki sebuah tujuan tertentu yang berguna untuk membantu proses dalam produksi di suatu perusahaan. Adapun beberapa tujuan dari sistem yang satu ini diantaranya :

  • Memenuhi Kebutuhan Perusahaan

Pertama untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan tersebut, dimana kebutuhan tersebut bisa berupa barang hasil produksi. Dengan adanya sistem produksi seperti ini kegiatan produksi bisa berjalan dengan lancar, dan semua barang produksi yang dibutuhkan bisa dibuat sesuai dengan pesanan. Bahkan untuk barang yang sifatnya custom sekalipun, akan tetap bisa diproses sesuai keinginan dengan proses yang baik.

  • Memperhitungkan Modal

Lalu dengan adanya sistem seperti ini untuk melakukan proses sebuah produksi, tanpa sadar juga membantu pengusaha untuk memperhitungkan modal yang digunakan. Karena sistem ini membantu untuk mengurutkan komponen yang digunakan dan apa saja yang perlu untuk dilakukan dalam membuat sebuah produk. Sehingga modal yang digunakan dapat diperhitungkan dengan jelas.

  • Membuat Proses Produksi Berjalan Dengan Teratur

Terakhir yaitu proses produksinya bisa berjalan dengan teratur karena seperti yang sebelumnya sudah dibahas bahwa semuanya diatur dengan baik. Bahkan jika memperhatikan jenis yang sebelumnya dibahas, bisa dipastikan bahwa apapun proses produksinya bisa dilangsungkan dengan baik apabila memiliki sistem produksi yang jelas.

2.7 Konsep Dasar Sistem Produksi

Sistem produksi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mengolah atau mengubah sejumlah masukan (input) menjadi sejumlah keluaran (output) yang memiliki nilai tambah. Pengolahan yang terjadi bisa secara fisik maupun nonfisik. Sedangkan nilai tambah adalah nilai dari keluaran yang bertambah dalam pengertian nilai guna atau nilai ekonomisnya. Dalam proses produksi mempunyai elemen-elemen utama yaitu input, proses, dan output. Menurut Gaspersz (1998), konsep dasar sistem produksi terdiri dari :

  1. Elemen Input dalam Sistem Produksi

Elemen input dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu: input tetap (fixed input) merupakan input produksi yang tingkat penggunaannya tidak bergantung pada jumlah output yang akan diproduksi. Sedangkan input variabel  (variable input) merupakan input produksi yang tingkat penggunaannya bergantung pada output yang akan diproduksi. Dalam sistem produksi terdapat beberapa input baik variabel maupun tetap adalah sebagai berikut :

  1. Tenaga Kerja ( labor )

Operasi sistem produksi membutuhkan campur tangan manusia dan orang￾orang yang terlibat dalam proses sistem produksi. Input tenaga kerja yang termasuk diklasifikasikan sebagai input tetap.

  1. Modal

Operasi sistem produksi membutuhkan modal. Berbagai macam fasilitas peralatan, mesin produksi, bangunan, gudang, dapat dianggap sebagai modal. Dalam jangka pendek modal diklasifikasikan sebagai input variabel.

  1. Bahan Baku

Bahan baku merupakan faktor penting karena dapat menghasilkan suatu produk jadi. Dalam hal ini bahan baku diklasifikasikan sebagai input variabel.

  1. Energi

Dalam aktivitas produksi membutuhkan banyak energi untuk menjalankan aktivitas seperti untuk menjalankan mesin dibutuhkan energi berupa bahan bakar atau tenaga listrik, air untuk keperluan perusahaan. Input energi diklasifikasikan dalam input tetap atau input variabel tergantung dengan penggunaan energi itu tergantung pada kuantitas produksi yang dihasilkan.

  1. Informasi

Informasi sudah dipandang sebagai input tetap karena digunakan untuk mendapatkan berbagai macam informasi tentang: kebutuhan atau keinginan pelanggan, kuatitas permintaan pasar, harga produk dipasar, perilaku pesaing dipasar, peraturan ekspor impor, kebijaksanaan pemerintah, dan lain-lain.

  1. Manajerial

Sistem perusahaan saat ini berada pada pasar global yang sangat kompetitif membutuhkan tenaga ahli untuk meningkatkan perfomansi sistem itu secara terus-menerus.

  1. Proses dalam Sistem Produksi

Proses dalam sistem produksi dapat didefinisikan suatu kegiatan melaluisuatu aliran material dan informasi yang mentransformasikan berbagai input ke dalam output yang bertambah nilai tinggi.

  1. Elemen Output dalam Sistem Produksi

Output dari proses dalam sistem produksi dapat berbentuk barang atau jasa. Pengukuran karateristik output sebaiknya mengacu pada kebutuhan atau keinginan pelanggan dalam pasar. Pengukuran pada tingkat output sistem produksi yang relevan adalah mempertimbangkan kuantitas produk, efisiensi, efektifitas, fleksibilitas, dan kualitas produk

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Produksi merupakan suatu aktifitas yang menghasilkan benda atau jasa untuk menambah guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Untuk itu Teori produksi berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara tingkat. produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan output nya. Ada dua analisis yang digunakan dalam teori Produksi yaitu Produksi langka Pendek dan Produksi langka Panjang.

  • Saran

Untuk dapat mencapai titik maksimum dalam suatu produksi dan bisa mengupayakan kearah yang lebih luas, maka perlu adanya pengetahuan dan teori tentang produksi. Semoga makalah ini dapat membantu pihak-pihal yang membutuhkan informasi untuk pengembangan pengetahuan diri sendiri ataupun perusahan.